Cuaca di Lampung Bakal Dimodifikasi Guna Tekan Banjir, Ini Detail Prosesnya
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Rencana modifikasi cuaca di Lampung akan digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu, 22 Januari 2025.
Teknik modifikasi bernama Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ini disebut Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Lukmansyah sebagai ypaya mengurangi jumlah hujan yang turun.
"Dengan kondisi cuaca di Bandar Lampung yang masih cukup tinggi beberapa waktu kedepan, modifikasi cuaca ini dapat mengurangi risiko jumlah hujan yang datang seminimal mungkin," jelas Lukmansyah.
Tingkat keberhasilan program ini disebut Lukman mencapai 80 persen. Rencananya program ini akan dilakukan pada Rabu mendatang.
"Karena hari ini suratnya baru diajukan oleh Pemprov Lampung, maka akan kami tindaklanjuti dan ketika sudah acc kemungkinan Rabu bisa dilakukan," tambahnya.
Untuk program modifikasi cuaca sendiri nantinya berupa awan yang akan ditebar garam. Selanjutnya nantinya hujan akan diturunkan di laut.
Ditambahkan Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto sebagian besar wilayah Lampung akan mengalami puncak musim hujan pada Januari dan Februari 2025.
"Pada Januari ini wilayah yang terdampak diantaranya Mesuji, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Lampung Tengah, Way Kanan, Lampung Utara, metro, sebagian Lampung Timur, Bandar Lampung dan sebagian Lampung Selatan," jelas Rudi.
Sementara pada bulan Februari, wilayah yang berpotensi memasuki puncak musim hujan diantaranya Lampung Selatan, Pesawaran, Pringsewu, sebagian Tanggamus dan sebagian Kabupaten Lampung Timur.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya intensitas hujan di Lampung, diantaranya pegunungan yang mempercepat konsentrasi hujan di barat, adanya dinamika angin monsum barat.
Cuaca di Lampung
cuaca Lampung dimodifikasi
modifikasi cuaca di Lampung
BNPB
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
