Warga Suoh dan BNS Soroti Pernyataan Bupati Lambar Bakal Evaluasi Camat
Anton Suryadi
Lampung Barat
“Kami ini mau kerja saja was-was. Bagaimana mau tenang ikut pengajian,” ujar seorang petani.
Kondisi geografis Suoh dan BNS yang terpencil membuat warga merasa terisolasi.
Belum lagi perjalanan menuju pusat kabupaten membutuhkan waktu dan biaya, sehingga kehadiran dalam acara akbar bukan perkara sederhana.
“Perjalanan ke Liwa itu bukan sekadar pergi. Ongkos, waktu, dan tenaga besar. Sementara kami harus pikirkan besok makan apa,” tambah seorang masyarakat Suoh.
Warga menilai ucapan Bupati yang akan mengevaluasi camat justru menambah beban psikologis.
“jangan salahkan siapa-siapa, ini salah keadaan yang tak berpihak pada kami," ucap warga.
Mereka menegaskan, absensi dalam pengajian tidak bisa dijadikan indikator loyalitas atau kepedulian.
“Kalau bicara agama, kami juga sholat, kami juga ngaji. Hanya saja kami tidak bisa hadir di acara itu,” jelas mereka.
Perbandingan dengan kecamatan lain yang hadir berbondong-bondong dianggap tidak adil.
Warga Suoh menekankan situasi sosial ekonomi mereka jauh lebih sulit.
Lambar
Pengajian
Warga Suoh
Kehadiran
HUT
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
