Blak-blakan, Menteri PU Tak Yakin Konstruksi Jembatan Mangkrak di Kali Pasir Bisa Dilanjutkan
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo blak-blakan mengaku tidak yakin konstruksi Jembatan Way Bungur yang sudah lama mangkrak di Desa Kali Pasir, Lampung Timur, masih bisa dilanjutkan pembangunannya.
Keraguan itu disampaikan Dody usai meninjau langsung lokasi jembatan mangkrak di Kali Pasir yang sempat viral, Kamis (5/2/2026).
“Semua pasti ada plus minusnya. Saya sudah minta tolong Direktur Jembatan dan Kepala Balai Jalan untuk mengecek strukturnya, apakah masih layak diteruskan. Karena PU punya standar membangun jembatan yang bisa bertahan lama dan berkualitas,” kata Dody.
Saat ditanya lebih jauh terkait kondisi jembatan, Dody mengaku sepintas dirinya ragu dengan konstruksi yang telah terbengkalai bertahun-tahun itu.
Namun ia menegaskan keputusan akhir tetap menunggu hasil pemeriksaan teknis tim ahli.
“Sepintas saya ragu. Tapi biarlah nanti tim yang punya keahlian mengecek secara teknis. Kalau memang tidak memungkinkan untuk diteruskan, daripada nanti justru menimbulkan masalah besar, ini kan saya mengerjakannya pakai APBN,” tegasnya.
Dody juga menekankan, pemerintah tidak ingin mengambil risiko jika pembangunan jembatan dipaksakan dilanjutkan tanpa kepastian struktur yang aman.
“Kalau ini dilanjut kemudian ambruk, masalahnya nanti ada di saya. Maka kita tetap mencari alternatif lain, bekerja sama dengan bupati, dandim, dan seterusnya. Kita akan butuh bantuan untuk pembebasan lahan,” ujarnya.
Meski demikian, Menteri PU memastikan pemerintah tetap berkomitmen membangun jembatan permanen untuk masyarakat Desa Kali Pasir.
Untuk langkah cepat, jembatan sementara akan dibangun oleh TNI AD melalui Kodim Lampung Timur lewat program Jembatan Merah Putih, agar mobilitas warga dapat kembali berjalan dengan aman.
Kali Pasir
jembatan Way Bungur
Menteri PU
Dody Hanggodo
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
