Wagub Jihan Beber Penyebab Siswa Keracunan MBG di Lampung
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mengungkapkan Pemprov Lampung sudah melakukan evaluasi pada pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung.
Hal ini merespons setidaknya 572 kasus siswa keracunan pada periode Agustus hingga September 2025.
Jihan mengatakan ada masalah krusial yang telah dianalisa tim menyebabkan keracunan pada makanan MBG siswa.
"Kita sebelumnya kemarin sudah rapat evaluasi MBG. Sebetulnya yang menjadi masalah krusial yang paling sering menyebabkan makanan tersebut bisa beracun adalah banyaknya kuotanya tiap SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi)," kata Jihan.
Saat ini diketahui kuota SPPG membuat MBG setiap harinya sebanyak 2.000 sampai 4.000 paket MBG.
Menurut Jihan jumlah tersebut terlalu besar untuk ditangani dalam satu dapur.
"Itu kan setiap SPPG 3 ribu lebih kan, itu terlalu besar yang ditangani sama dapur. Sehingga mobilitas dari dapur ke sekolah, waktu simpannya dan lain sebagainya itu tidak memenuhi standar," lanjutnya.
Sehingga memunculkan kemungkinan keracunan saat dimakan siswa. Hasil analisa ini juga akan dibawa Pemprov Lampung ke Badan Gizi Nasional (BGN).
"Itu yang akan kita sampaikan ke BGN Pusat, Satgas Pusat MBG. Kita akan sampaikan apakah bisa dievaluasi untuk kuotanya, penerima dikurangi dari satu dapur sehingga mengurangi beban yang memasak," tutup Jihan. (*)
Wakil Gubernur Lampung
Jihan Nurlela
bgn
mbg
makan bergizi gratis
siswa keracunan mbg
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
