Wilayah Calon Ibu Kota Baru Dilanda Banjir, Ini Penjelasan Bappenas

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

19 Februari 2020 16:00 WIB
Nasional | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Jakarta — Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memberikan penjelasan terkait banjir yang melanda Desa Bukit Subur, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. 

Menurut Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, banjir tersebut tidak terjadi di titik yang akan menjadi ibu kota baru.

"Memang daerah landai air itu kita sudah perhitungkan ada. Tapi enggak persis di tempat itu (ibu kota baru)," kata Suharso di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/2/2020). 

Suharso mengungkapkan, pemerintah sudah memiliki peta banjir 50 dan 100 tahunan di wilayah calon ibu kota baru itu. Sehingga, menurutnya, pemerintah tahu persis titik-titik wilayah yang menjadi langganan banjir. 

"Kita tahu persis," ujar Suharso. 

Dia menegaskan, wilayah Desa Bukit Subur yang dilanda banjir itu memiliki jarak yang jauh dari titik calon ibu kota baru.

Sebelumnya, banjir melanda Desa Bukit Subur, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (18/2/2020). 

Menurut Kapusdatinkom BNPB, Agus Wibowo, banjir terjadi karena adanya hujan dengan intensitas yang tinggi.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya