Warga Lereng Gunung Agung Mengungsi
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Sedikitnya 800 warga yang bermukim di lereng Gunung Agung, terpaksa mengungsi ke desa penyangga karena terjadinya ledakan disertai lontaran batu pijar saat terjadinya erupsi pada Senin (2/7/2018).
Mereka saat ini tetap berada di pengungsian, menyusul peningkatan aktifitas Gunung Agung di Desa Duda Timur, Karangasem, Bali, Selasa (3/7).
Saat ini, aktivitas Gunung Agung di Bali, pascameletus Selasa (2/7/2018), masih berada pada level III atau siaga.
Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho memaparkan, erupsi terjadi diawali dengan dentuman besar, lalu terlontarnya lava pijar.
Erupsi Gunung Agung juga memicu abu vulkanik melonjak tinggi sekira 2.000 meter dari atas puncak kawah.
“Saat terjadi erupsi masyarakat sekitar Kabupaten Karangasem sampai ke Denpasar Bali dikejutkan suara letusan yang keras. Beberapa menit berselang, lontaran lava pijar membubung kemudian menuruni lereng sampai menyebabkan hutan di puncak Gunung Agung terbakar,” ungkap Sutopo.
Dilaporkan, hujan abu tipis dari Gunung Agung juga berdampak di beberapa bagian di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
