Wapres Minta Masyarakat Ikut Atasi 'Stunting'
Elvi R
Lombok
RILISID, Lombok — Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap masyarakat dapat bergerak inisiatif untuk mengatasi kekerdilan atau stunting pada anak di daerah-daerah.
"Masyarakat sendiri harus mengembangkan untuk kepentingan masyarakat juga. Kalau masyarakat tidak bergerak, maka walaupun uang begitu banyak tapi masyarakat tidak bergerak sendiri, itu sulit," kata Wapres Jusuf Kalla di Rembug Desa Pencegahan Anak Kerdil di Desa Dakung, Praya Tengah, Lombok Tengah, NTB, Kamis (5/7/2018).
Gerakan masyarakat untuk memberantas kekerdilan pada anak memerlukan peran semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat dan yang terpenting masyarakat itu sendiri.
Wapres mengatakan, upaya memberantas kekerdilan sebenarnya bukan merupakan program baru di Indonesia. Program perbaikan gizi untuk anak-anak selalu diperhatikan pemerintah melalui posyandu, puskesmas dan layanan kesehatan lainnya.
"Oleh karena itu, gerakan masyarakat ini gerakan harus diperbaiki, yang tentu didukung oleh Bank Dunia berdasarkan pengalamannya di banyak daerah," tutur Wapres Kalla.
Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Barat, untuk memimpin forum pertemuan desa untuk pencegahan kekerdilan pada anak.
Wapres Kalla dan Presiden Kim meninjau poskesehatan desa di Kantor Kepala Desa Dakung, pos pelayanan terpadu (posyandu) terintegrasi taman kanak-kanak (TK) Shaufal Khairy Dakung, serta masyarakat penerima keluarga harapan (PKH) Desa Dakung.
Turut serta dalam rombongan tersebut Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putri Sandjojo.
Sementara itu, dari perwakilan Bank Dunia ada Wakil Presiden Bank Dunia Victoria Kwakwa, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chaves, Manajer Operasional Rolande Pryce, Pimpinan Program Camilla Holmemo, dan Asisten Khusus Presiden Bank Dunia Aurelie Chardon.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
