Tifatul Sembiring: Genjot Infrastruktur, Tapi Pertumbuhan Ekonomi Stagnan

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

16 Agustus 2018 17:58 WIB
Nasional | Rilis ID
Politisi PKS, Tifatul Sembiring. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Politisi PKS, Tifatul Sembiring. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Jakarta — Politisi Partai Keadilan Sejahtera, Tifatul Sembiring, mengapresiasi pidato Presiden Joko Widodo yang menyatakan pembangunan infrastruktur untuk persatuan dari Sabang sampai Merauke pada sidang tahunan MPR RI. 

"Ya, seruan beliau bagus, tetap harus menyuarakan persatuan, menghindari perpecahan. Jadi jangan sampai kita membangun sesuatu ini tidak mencapai suatu kemakmuran dan persatuan di Indonesia ini," katanya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Namun, Tifatul juga mengkritik mengenai pembangunan infrastruktur di Indonesia. Menurutnya, tidak masalah pemerintah menggencarkan percepatan pembangunan, asalkan diseimbangkan dengan anggaran. 

Kenyataannya, Jokowi terlalu memaksakan infrastruktur di tengah pertumbuhan ekonomi yang stagnan di angka 5, yang mengakibatkan harga-harga pokok lainnya meningkat.

"Saya setuju infrastruktur, dibangun sampai ke Papua, tapi untuk pengembangan lebih lanjut nanti harus diseimbangkan anggarannya. Jangan sampai kita fokus ke infrastruktur kemudian yang lain agak terbengkalai," jelasnya.

Seperti, lanjutnya, subsidi terhadap masyarakat, kenaikan harga BBM dan juga tarif listrik. 

Tifatul juga sepakat dengan apa yang disampaikan Ketua MPR, Zulkifli Hasan yang menilai ibu rumah tangga 'keteteran'. 

"Ini secara tersirat juga disampaikan oleh Pak Zulkifli Hasan terkait bagaimana dengan pesan emak-emak itu tadi. Harga-harga enggak bisa diturunkan," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo menegaskan, pentingnya pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia yang selama ini dikerjakannya sejak awal memimpin pemerintahan. 

Menurut dia, proyek tersebut harus terus digenjot pemerintah, karena akan menjadi titik awal untuk membangun peradaban di Indonesia.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya