Terpapar Abu Vulkanik Gunung Agung, Petani Gagal Panen

Default Avatar

Anonymous

Karangasem

5 Juli 2018 11:35 WIB
Daerah | Rilis ID
Lahan pertanian warga yang terpapar abu vulkanik Gunung Agung. FOTO: Instagram
Rilis ID
Lahan pertanian warga yang terpapar abu vulkanik Gunung Agung. FOTO: Instagram

RILISID, Karangasem — Lahan pertanian dan perkebunan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bangli dan Karangasem, Bali, rusak karena terpapar pasir dan abu vulkanis dari letusan Gunung Agung .

Menurut Wayan Suardana, seorang petani di Desa Suter, Bangli, sejatinya tanaman jeruknya sudah memasuki musim panen. 

"Tapi belum sempat dipanen sudah rusak terkena hujan abu Gunung Agung," katanya, Kamis (5/7/2018).

Wayan Suardana mengaku merugi, karena hasil panen kali ini menurun karena produktivitas berkurang, banyaknya jeruk rusak dan harga jualnya merosot.

"Ini kebanyakan sudah tidak laku. Sudah tidak bisa diselamatkan karena di wilayah sini susah air sehingga saya tidak bisa menyemprot jeruk yang terkena abu vulkanis," katanya.

Sementara itu, petani lain di wilayah Desa Suter, Mertayasa, mengaku, dirinya mengalami gagal panen akibat tanamannya rusak tertutup abu vulkanis.

"Jagung, kacang panjang, sawi ini mati, sepertinya sudah tidak bisa dipanen, jadi ya harus ditanam lagi nanti," ujarnya.

Selain tanaman sayurnya, Mertayasa mengaku hujan abu Gunung Agung juga menutupi kawasan tempat tinggalnya yang berada tidak jauh dari lahan pertanian tersebut.

"Di rumah abunya lumayan tebal, itu juga menganggu aktivitas kami. Tapi rasanya saya lebih nyaman di rumah, belum perlu mengungsi. Dari pemerintah juga belum ada imbauan," katanya.

Widana, warga Desa Pempatan, Karangasem, mengatakan, dirinya mengalami kerugian sekitar Rp25 juta karena tanaman seperti jeruk, sawi dan kol yang ditanamnya gagal panen akibat terpapar abu vulkanis Gunung Agung.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya