Tangani Korban Gempa Lombok, Menkopolhukam Terjunkan Pasukan Khusus 

Default Avatar

Anonymous

Mataram

6 Agustus 2018 16:30 WIB
Nasional | Rilis ID
Rumah warga di Lombok yang rusak akibat gempa. FOTO: Instagram/@wahanavisi_id
Rilis ID
Rumah warga di Lombok yang rusak akibat gempa. FOTO: Instagram/@wahanavisi_id

RILISID, Mataram — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia, Wiranto, memerintahkan TNI dan Polri untuk mengerahkan pasukan khusus dalam penanganan korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Kita sudah kirim 1.000 marinir, ada Brimob 5 SSK, pasukan Kostrad divisi dua juga akan dikirim dengan pesawat khusus untuk bantu penyelamatan dan evakuasi warga yang diduga masih tertimbun," katanya ketika memimpin penanganan operasi tanggap gempa Lombok di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, NTB, Senin (6/8/2018).

Menurutnya, pengerahan pasukan khusus ini, selain untuk penyelamatan dan evakuasi warga yang diduga masih tertimbun, juga untuk membantu tenaga medis yang kurang.

"Kita butuh perawatan medis, seperti rumah sakit di Mataram yang sudah penuh menangani pasien hingga harus mendirikan tenda-tenda. Makanya, untuk membantu ini kita butuh personel TNI dan Polisi," kata Wiranto didampingi Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei serta Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Laksdya TNI Didit Herdiawan.

Karena itu, ujar Wiranto, untuk membantu semuanya, 3 bataliyon Kostrad sebagai tenaga kesehatan saat ini sedang menuju Lombok, kemudian dari kepolisian juga mengirimkan lima tim kesehatan.

"Dari TNI AL sudah memberangkatkan KRI dr Soeharso yang berfungsi sebagai rumah sakit dan akan berada di Lombok Utara sehingga bisa memudahkan penanganan (korban gempa)," jelasnya.

Pulau Lombok dan sekitarnya diguncang gempa bumi 7 Skala Richter pada Minggu pukul 19.46 Wita. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami pascagempa itu.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana, jumlah korban jiwa akibat gempa itu sudah terdata 91 orang, 72 di Kabupaten Lombok Utara, sembilan di Kabupaten Lombok Barat, empat di Kota Mataram, dua di Kabupaten Lombok Tengah, dua di Kabupaten Lombok Timur dan dua di Bali. 

Semuanya merupakan warga negara Indonesia.

Gempa juga menyebabkan 209 orang terluka dan bangunan rumah warga dan fasilitas publik rusak.
 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya