Sungai Way Semangka Meluap 3 Kali dalam Sepekan

Ari Gunawan

Ari Gunawan

Lampung Barat

11 Mei 2020 22:01 WIB
Daerah | Rilis ID
Sungai Way Semangka kembali meluap untuk yang ketiga kalinya, Senin (11/5/2020). Foto: Rilis Lampung/Ari Gunawan
Rilis ID
Sungai Way Semangka kembali meluap untuk yang ketiga kalinya, Senin (11/5/2020). Foto: Rilis Lampung/Ari Gunawan

RILISID, Lampung Barat — Dalam sepekan terakhir, Sungai Way Semangka Lampung Barat (Lambar) meluap sebanyak tiga kali. Dampaknya, areal persawahan di Pemangku II  Pekon Sukarame dan Pemangku II Pekon Bedudu Kecamatan Belalau, tergenang.

Banjir luapan Sungai Way Semangka terjadi tiga kali dalam sepekan, yaitu pada Minggu (3/5), Sabtu (9/5) dan Senin (11/5).

Luapan sungai terjadi hanya dengan hujan yang turun beberapa jam saja. Akibatnya, puluhan hektare (ha) sawah dan rumah warga sekitar bantaran sungai terendam. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar, apa yang terjadi dan apa penyebabnya ?

Pertanyaan itu muncul dengan berbagai faktor dugaan-dugaan, seperti penyempitan badan sungai, rusaknya hutan di hulu sungai, cuaca yang begitu ekstrem, dan beberapa faktor lain seperti pengaruh pembangunan perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang memanfaatkan sungai Way Semangka sebagai sumber daya utamanya.

Menurut salah satu warga Pekon Bedudu Kecamatan Belalau, Catur Anugerah Putera, adanya pendangkalan dan penyempitan anak sungai akibat pekerjaan konstruksi, menyebabkan laju air sungai melambat.

“Di awal pembangunannya (PLTMH), masyarakat di tiga pekon dekat lokasi pembangunan, yakni Pekon Sukarame dan Pekon Bedudu di Kecamatan Belalau, serta Pekon Kerang di Kecamatan Batu Brak, menyambut baik pembangunan PLTMH yang membendung sungai Way Semangka ini” ujar Catur, Senin (11/5/2020) malam.

Namun, akhir-akhir ini ungkap Catur, tidak sedikit warga yang mulai mengeluhkan dampak negatif akibat pembangunan PLTMH tersebut.

“Jika hujan, anak sungai meluap sehingga areal persawahan dan pemukiman warga di tiga pekon ini terendam banjir,” ungkapnya.

Sebelumnya jelas Catur, pernah beberapa kali terjadi banjir seperti ini. Tapi prosesnya tidak secepat sekarang. Biasanya, jika terjadi hujan satu hari satu malam, air sungai Way Semangka baru akan meluap, namun luapan air Way Semangka tersebut tidak separah seperti tempo hari.

“Tapi sekarang hujan setengah hari saja air sungai sudah meluap. Makanya warga curiga ini disebabkan adanya pendangkalan dan penyempitan anak sungai di lokasi pembangunan PLTMH,” jelasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya