Sidak, Sejumlah Masalah di Gedung Farmasi Pringsewu Terkuak
Yuda Haryono
Pringsewu
RILISID, Pringsewu — Komisi III DPRD Pringsewu melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan gedung farmasi milik Dinas Kesehatan.
Gedung farmasi bersumber dari APBD 2020 dengan pagu anggaran Rp1,475 miliar. Proyek dimenangkan CV Dua Puluh Delapan dengan nilai penawaran Rp1,474 miliar lebih.
Adalah Wakil Ketua Komisi III Johan Arifin yang memimpin sidak dengan anggota Aris Wahyufi, Bambang Sugeng Irianto, dan Sudiono.
Dalam kesempatan itu, para legislator menduga pembangunan bermasalah. Misalnya pada ’cakar ayam’, yang seharusnya kedalaman 1,5 meter, jadi hanya sekitar 0,5-1 meter.
”Oleh konsultan ini sudah tercatat dan akan dialihkan ke bangunan lain," ungkap Aris, Rabu (26/8/2020).
Selain itu, komisi III juga menyoal belum adanya pemasangan papan nama proyek. Sehingga, tidak ada keterbukaan informasi untuk publik.
"Termasuk gambar bestek dan progress pembangunan. Jadi di situ ada keterbukaan informasi untuk publik," terangnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kesehatan Pringsewu, Yohanes, mengatakan secepatnya rekomendasi komisi III untuk segera memasang papan informasi kegiatan akan disampaikan kepada pihak rekanan.
”Agar masyarakat juga tahu gedung apa yang sedang dibuat. Terkait volume yang akan dialihkan, ada adendum (tambahan) yang bakal diajukan pihak rekanan," tukasnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
