Senator Ini Kritik Orang-orang yang Halangi Dakwah UAS

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

3 September 2018 16:22 WIB
Nasional | Rilis ID
Ustaz Abdul Somad sedang memberikan ceramah. FOTO: RILIS.ID/Lampung
Rilis ID
Ustaz Abdul Somad sedang memberikan ceramah. FOTO: RILIS.ID/Lampung

RILISID, Jakarta — Masih ada saja segelintir oknum kelompok masyarakat yang menghalang-halangi dan menolak kegiatan dakwah Ustaz Abdul Somad (UAS). Terlebih, alasan yang diajukan sangat mengada-ngada dan merendahkan ulama tersebut.

"Suda kelewat batas," kata Anggota DPD RI Fahira Idris melalui siaran pers yang diterima rilis.id di Jakarta pada Senin (3/9/2018).

Penolakan UAS dengan alasan yang mengada-ngada dan sangat tendensius kepada pribadi UAS sebagai pendakwah, kata dia, sudah kelewat batas. Terlebih semua pelarangan ini disertai ancaman dan intimidasi.

"Alasan penolakan UAS itu kan seperti kaset rusak. Itu-itu saja yang dijadikan alasan," kata dia.

Tuduhan bahwa UAS hanya dijadikan domplengan oleh ormas radikal sangat tidak masuk akal dan merendahkan nalar umat dan jamaah yang mengundang UAS berceramah.

"Saya rasa ini sudah kelewatan dan preseden yang tidak baik bagi negeri ini," tambah Fahira.

Menurut dia, selama 20 tahun usia reformasi, baru beberapa tahun belakangan ini, pelarangan, ancaman, dan intimidasi tidak hanya terhadap kegiatan dakwah.

Tapi juga terhadap berbagai kegiatan menyuarakan aspirasi begitu masif terjadi. Ada semacam "bola salju" yang menggelinding ke tengah masyarakat.

Kata Fahira, kritik kepada Pemerintah dianggap radikal, diragukan nasionalismenya, bahkan dianggap anti NKRI dan Pancasila.

"Jika dicermatinya temanya selalu sama. Saya Pancasila dan cinta NKRI. Sementara yang berbeda pandangan adalah radikal dan anti Pancasila," ujarnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya