Senang dengan Prestasi Zohri, Mendagri Bantu Renovasi Rumahnya
Anonymous
Jakarta
"Minta ijin kepada yang punya rumah. Target 1 minggi kerja. Anak-anak IPDN bantu-bantu juga," kata Tjahjo.
Tjahjo juga memerintahkan selama rumah dipugar, keluarga Zohri harus dicarikan tempat tinggal sementara sampai rumah selesai diperbaiki. Rumah harus dipugar dengan baik. Karena itu ia minta, agar dicari tukang bangunan yang ahli.
Menurut Tjahjo, kisah hidup Zohri sangat menyentuh. Layak jadi inspirasi. Dari laporan yang ia dapatkan, Zohri alias Badok, tinggal di Dusun Karang Pansor Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, NTB.
Ia adalah seorang yatim piatu. Ayahnya meninggal pada 2015 kemarin, begitu juga sang Ibu yang meninggal sejak 2015 lalu.
"Zohri empat bersaudara. Nah, Zohri ini anak bungsu," katanya.
Zohri sendiri, menurut Tjahjo memang banyak menorehkan prestasi yang membanggakan. Misalnya pada tahun 2018 dalam kejuaraan atletik junior Asia 100 Meter di Jepang, Zohri berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 10.27 detik.
Dan kini, di kejuaraan dunia junior lari 100 Meter di Finlandia, Zohri juga meraih medali Emas dengan catatan waktu 10.18 detik.
"Menurut cerita, yang guru olahraga Zohri di SMP 1, Ibu Rosida yang sering mengajak dan membujuk Zohri untuk latihan karena sudah melihat bakat dan skillnya," katanya.
Zohri sendiri kata Tjahjo, setiap berangkat ke sekolah selalu jalan kaki tanpa alas kaki. Dan, saat duduk di bangku kelas 3 SMP, bakatnya sebagai pelari mulai terasah.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
