RSUD Ryacudu Gawat Darurat! Utang Rp7 M, Tak Mampu Beli Obat

Isti Febri Wantika

Isti Febri Wantika

Lampung Utara

29 Mei 2021 02:08 WIB
Daerah | Rilis ID
RSUD HM Ryacudu Lampung Utara (Lampura). FOTO: ISTIMEWA
Rilis ID
RSUD HM Ryacudu Lampung Utara (Lampura). FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Lampung Utara — Krisis keuangan melilit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) HM Ryacudu Lampung Utara (Lampura).

Rumah sakit (RS) rujukan ini memiliki utang warisan Rp7 miliar kepada 23 vendor obat-obatan.

Akibatnya, mereka tak mampu membeli obat-obatan lagi. Padahal, sejak menjelang Lebaran stoknya makin berkurang.

Direktur RSUD Ryacudu Sri Haryati mengungkapkan secara terbuka kondisi ini, Jumat (28/5/2021).

“Kami telah berupaya mengangsur utang sebesar Rp1 miliar kepada 9 vendor,” paparnya didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, Sri Andini.

Menurut dia, pihak vendor dapat kembali mencukupi stok obat jika pihak RSUD paling tidak membayar setengah dari utangnya.

“Sementara di sisi lain, pendapatan RSUD hanya sebesar Rp1,3 miliar setiap bulannya,” imbuhnya.

Ketimpangan antara pendapatan dan utang ini pada akhirnya menyebabkan RSUD tidak dapat memberi pelayanan maksimal.

Apalagi, pendapatan juga jauh dari kata ideal jika dibandingkan pengeluaran RSUD per bulannya.

"Idealnya, pendapatan RSUD itu Rp3 miliar karena itulah besaran biaya maksimal pengeluaran,” terangnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya