Produksi Padi Tubaba Menurun, Jagung dan Ubi Kayu Meningkat, Ini Penyebabnya

Surmadi

Surmadi

Tulangbawang Barat

31 Mei 2021 18:43 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Foto: Istimewa
Rilis ID
Foto: Istimewa

RILISID, Tulangbawang Barat — Perbaikan jalan irigasi Wayrarem sejak tahun 2019 hingga 2021, berdampak pada penurunan luas lahan padi di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Menurut Kepala Dinas Pertanian Tubaba Syamsul Komar, penurunan luas lahan padi di kabupaten itu sejak 2019 hingga 2021 sebesar 7.721 hektar, yang tersebar di Kecamatan Tumijajar, Kecamatan Tulangbawang Tengah, dan Kecamatan Tulangbawang Udik.

Sementara menurut Yayit Zamhuri selaku Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, hal tersebut mengakibatkan produksi padi di Tubaba menurun hingga 40 persen.

“Produksi pada 2018 sebesar 118.344 ton, lalu 2019 sebanyak 94.675 ton, 2020 sebesar 75.626 ton, dan pada 2021 diperkirakan tidak banyak berbeda dengan 2020,” ungkap Yayit kepada Rilisid Lampung, Senin (31/5/2021).

Untuk menjaga perekonomian warga tetap stabil, dinas pertanian mendorong masyarakat meningkatkan tanaman pangan lainnya seperti jagung dan ubi kayu atau singkong.

Yayit juga mengungkapkan, pada 2020 produksi jagung Tubaba meningkat 2.000 ton dibanding tahun sebelumnya. Dari 27.897 ton di 2019 menjadi 29.310 pada 2020. Sedangkan ubi kayu meningkat 36.000 ton. Pada 2019 sebesar 531.688 ton sementara pada 2020 meningkat hingga 568.197 ton.

“Peningkatan produksi diupayakan dengan pendampingan intensif dari dinas kepada petani dengan berbagai dukungan. Mulai dari subsidi pupuk hingga penyediaan sarana produksi lainnya,” pungkasnya. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Andry Kurniawan
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya