Presiden Ingin Anak Indonesia Cukup Gizi Bebas dari Tumbuh Kerdil

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

16 Agustus 2018 11:10 WIB
Nasional | Rilis ID
Presiden RI Joko Widodo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.
Rilis ID
Presiden RI Joko Widodo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILISID, Jakarta — Presiden RI, Joko Widodo, menghadiri rapat tahunan Majelis Permusyawaratan jelang Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-73. 

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan, dalam empat tahun ini pemerintah bukan hanya fokus kepada pembangunan infrastruktur. Pasalnya, pemerintah dianggap terlalu memikirkan percepatan infrastruktur sehingga mengabaikan permasalahan lain.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk hampir 260 juta jiwa, Jokowi meyakini masa depan Indonesia terletak pada kemampuan masyarakat untuk mempersiapkan manusia Indonesia yang maju dan unggul. 

"Selama ini, kita sering bicara tentang kekayaan sumber daya alam, tapi kita seakan lupa bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar dalam bentuk sumber daya manusia. Inilah sesungguhnya modal terbesar dan terkuat yang harus kita miliki," ujar Jokowi dalam pidatonya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Menurutnya, membangun manusia adalah investasi bangsa untuk menghadapi masa depan. Karenanya, Presiden tengah mempersiapkan manusia Indonesia menjadi manusia yang unggul sejak dalam masa kandungan sampai tumbuh secara mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya. 

Presiden, ingin memastikan gizi generasi bangsa dapat tercukup sehingga kasus gizi buruk seperti di Asmat dan daerah lainnya tidak terulang lagi.

"Kita bekerja memastikan bahwa setiap anak Indonesia dapat lahir dengan sehat, dapat tumbuh dengan gizi yang cukup, bebas dari stuntin atau tumbuh kerdil," tegas Jokowi.

Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya pendidikan bagi anak bangsa. Ia memerintahkan agar anak-anak termasuk anak yatim-piatu untuk tidak putus sekolah dengan alasan biaya tinggi.

Komitmen ini, klaimnya, sudah diwujudkan melalui pembagian Kartu Indonesia Pintar. Dimana, pada tahun 2017 sudah mencapai lebih dari 20 juta peserta didik, serta perluasan penyaluran
program beasiswa Bidik Misi bagi mahasiswa

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya