Polri Tak Netral di Pilkada, Pengamat: Bisa Mengulang Konflik 98

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

23 Juni 2018 06:45 WIB
Nasional | Rilis ID
FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yamin
Rilis ID
FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yamin

"Pencopotan Wakapolda tidak boleh berhenti di situ saja. Karena diduga Kapolres, Kapolsek hingga Babinkamtibmas masih terstruktur," tegasnya. 

Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, berpesan agar pasangan calon gubernur Maluku yang berlatarbelakang TNI-Polri bisa bermain cantik. 

Jangan sampai, imbuhnya, mereka yang berlatarbelakang TNI-Polri itu justru bermain jorok yang bisa mengotori reformasi dan sistem demokrasi. 

Neta mengaku, dirinya khawatir tidak netralnya pejabat tinggi Polri akan memicu konflik di Maluku. 
Apalagi, Maluku menjadi salah satu daerah yang rawan konflik. 

"Situasi Maluku sudah panas sekali. Untungnya Kapolri bertindak cepat untuk menindak Wakapolda dan hal-hal seperti ini," sebut Neta.

Dia kemudian memprediksi kemungkinan cagub berlatar belakang Polri di Pilkada Maluku itu yang akan sulit menang. 

Pasalnya, citra cagub itu sudah dirusak oleh oknum dari kepolisian sendiri. 

"Calon dari Polri di Maluku tidak akan menang, saya berani taruhan. Akibat oknum-oknum dan akibatnya citra Polri hancur sekali. Kita berharap tidak bermain kotor," pungkasnya.

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya