Pernyataan Jokowi soal 'Relawan Diajak Berantem' Akan Jadi Polemik
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Pernyataan "berani diajak berantem" oleh Presiden Joko Widodo terhadap relawannya dinilai tidak pas. Menurut Direktur Eksekutif Renaissance Political Research and Studies (RePORT) Khikmawanto, seharusnya Jokowi tahu waktu yang pas untuk mengeluarkan pernyataan itu.
Pasalnya saat ini sedang gencarnya mempersiapkan agenda pilpres sehingga wajar saja bila pernyataan tersebut dimaknai negatif oleh koalisi lawan.
"Di tahun mendekati pemilu saya rasa elite politik kita tetap memberi kesejukan baik sikap maupun ucapan. Istilah berantem akan menjadi polemik banyak tafsir menjelang pemilu 2019," katanya kepada rilis.id, Jakarta, Senin (6/8/2018).
Menurutnya, sebagai kepala negara harusnya Jokowi memberi semangat yang menyejukan, bukan malah memilih kalimat yang kasar. Ia pun memandang dengan adanya pernyataan tersebut seolah Presiden mengajak relawan berbuat kekerasan.
"Saya sangat sesalkan pernyataan tersebut di lontarkan oleh presiden kita di depan relawanya. Seolah-olah membenarkan bahwa ketika relawan berbuat salah kemudian ada yang negur kira-kira apa yang akan di lakukan relawan. Perintah berantemnya jadi absurd," paparnya.
Oleh karena itu, Khukmawanto mengimbau agar Jokowi lebih berhati-hati lagi dalam melontarkan pernyataan. Atau jika masih dilakukan maka Jokowi dikatakannya harus siap menanggung resiko.
"Jangan sampai negara melegalkan kekerasan terlepas bener atau salah. Kekerasan dalam bentuk apapun harus bersama sama kita hindari. Saya masih percaya hukum dinegeri ini tetap sebagai panglima," paparnya.
Sebelumnya, Jokowi meminta relawannya berani jika diajak berantem. Arahan itu disampaikan Jokowi saat Rapat Umum Relawan Jokowi di SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/8). Video potongan pidato Jokowi itu kemudian beredar luas di media sosial.
"Jangan bangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun fitnah fitnah, tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang. Tapi kalau diajak berantem juga berani," ucap Jokowi.
"Tapi jangan ngajak lho. Saya bilang tadi, tolong digarisbawahi. Jangan ngajak. Kalau diajak, tidak boleh takut," sambungnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
