Pentas Drama di Panggung Politik Ratna Sarumpaet
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
Kalau kata peneliti Forum Studi Media dan Komunikasi Politik Indonesia (Formasi), Muhammad Taufik Rahman, ini adalah sknario politik yang dimainkan Ratna.
Aktor dan partai politik selalu saja tampil bermuka dua. Satu sisi berpenampilan baik dan simpatik, sementara sisi lainnya menampilkan wajah kritis dan sinis.
Ratna sedang menjalankan tugasnya untuk menampilkan wajah kritis dan sinis. Bahasa lainnya melakoni watak antagonis.
"Diposisikan sebagai 'gelandang serang'," kata Taufik kepada rilis.id.
Drama Penganiayaan
Dugaan kasus pengeroyokan Ratna Sarumpaet memang menyisakan pertanyaan. Banyak pihak yang meragukan hal tersebut. Mengapa tak langsung melapor ke polisi?
Belum lagi pas pihak Manajemen Bandara Husein Sastranegara Angkasa Pura II bilang, tidak ada aksi pemukulan yang dimaksud di sekitar bandara. Seluruh titik rekaman CCTV telah dicek.
Informasi yang viral ini malah jadi simpang siur. Akhirnya, beredar hasil penyelidikan Polda Jabar atas dugaan penganiayaan terhadap aktivis HAM ini.
Tim rilis.id menerima informasi dalam bentuk laporan pdf pada Rabu (3/10/2018) pagi. Tertulis, "02102018 BAHAN PRESIDEN RATNA SARUMPAET". Berisi laporan dari Polda Jabar.
Pada halaman awal terdapat judul, "Laporan Hasil Penyelidikan Viralnya Berita Ratna Sarumpaet". Terdapat juga lambang Polda Metro Jaya di bagian kirinya.
Dijabarkan hasil penyelidikan polisi atas informasi simpang siur ini. Pada 21 September, dikatakan tidak ada konfrensi negara asing di daerah Jawa Barat.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
