Penerima BST di Mesuji Punya Mobil, Kebun, dan Rumah Bagus
Juan Situmeang
Mesuji
Untungnya, kata dia, setelah tiga orang penerima bansos ditemui aparat desa, mereka mengerti mau mengalihkan ke warga lain.
”Jadi mereka tetap ambil duitnya di kantor pos, lalu diserahkan ke desa. Nanti pihak desa yang memberikan ke warga yang layak,” ungkapnya.
Carut-marutnya penerima bansos sudah diprediksi sejak awal. Karena nama-nama penerima bantuan tidak dipublikasikan.
Juga tidak ada kanal resmi gugus tugas yang mengumumkan semua nama penerima bantuan. Baik yang BLT, PKH, BPNT, juga dalam bentuk KIP dan Prakerja.
Dua anggota DPRD Mesuji juga sudah menyoroti pendataan penerima bansos tersebut. Misalnya, Parsuki, anggota DPRD asal Golkar dalam akun medsosnya.
Demikian juga Mat Nur, anggota DPRD Mesuji dari PAN. Ia mengatakan bukan data dari desa yang salah. Karena data yang dikirim desa justru tidak ke luar di data penerima bansos dari Kemensos.
Sementara, Kepala Dinas Sosial Mesuji, Gunarso, tidak mau disalahkan. Sebab, alurnya dari desa, dinas, baru ke pusat.
Persoalannya, kata dia, data yang dikirim tidak semua langsung diterima pusat. Kadang hanya sebagian. Lainnya menunggu.
Mengenai nama yang tidak diusulkan desa namun muncul, ia berdalih nantinya tetap bisa terlacak.
Soal keluhan warga dan tidak adanya nomor yang bisa dihubungi, Gunarso membantah. Ia mengatakan memiliki nomor Pusat Data Kesejateraan Sosial Kabupaten Mesuji: 085273315943.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
