Pemkot Metro Anggarkan Rp800 Juta untuk Rapid Test Guru
Anonymous
Metro
RILISID, Metro — Pemerintah Kota (Pemkot) Metro akan menganggarkan Rp800 juta untuk melakukan rapid test seluruh guru yang ada di Kota Metro.
Wali Kota Metro A. Pairin mengatakan rapid test massal dilakukan sebagai bentuk persiapan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.
"Rapid test harus dilakukan guna menjaga siswa dan siswi agar tidak terpapar virus Covid-19 dan ditakutkan adanya klaster akibat KBM tatap muka. Semua itu dilakukan agar wali murid juga tidak khawatir dan benar-benar aman," katanya, Jumat (21/8/2020).
Pairin berencana memulai KBM tatap muka pada 24 Agustus 2020. Pihaknya akan melakukan peninjauan terhadap kegiatan tersebut.
Hal ini dikarenakan masih banyak hal yang harus dipersiapkan untuk KBM secara tatap muka.
"Persiapannya bukan hanya ruangan saja, tapi banyak. Ya salah satunya rapid test guru tadi. Kalau gurunya tidak dirapid test, ngeri saya," ucapnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
