PDIP Sebut Ada Kemungkinan Jokowi Tak Pilih Cawapres dari Kalangan Ketum Parpol
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menyampaikan potensi Joko Widodo tidak mengusung calon wakil presiden yang berasal dari Ketua Umum partai politik masih terbuka kemungkinan. Menurutnya, pertimbangan itu bisa saja terjadi.
"Ya itu pertimbangan yang logis saya kira. Sangat wajar kalau hal itu jadi menjadi faktor pertimbangan. Dalam arti, ini sebagai faktor yang ikut menentukan dan membuat perubahan," ungkap Andreas, Jakarta, Sabtu (4/8/2018).
Kendati demikian, ia meyakini koalisinya tak akan pecah meskipun nantinya Jokowi akan menunjuk cawapres bukan dari partai politik. Ia menegaskan bahwa partai-partai yang saat ini bergabung bersamanya sangat solid mendukung Jokowi di 2019.
"Pada titik tertentu dimana pembicaraan itu sampai pada musyawarah saya kira apa yang ditunjukkan pada pertemuan kemarin saya kira mau menunjukkan ya kami membawa aspirasi partai kami masing-masing tapi kami juga punya tujuan yang sama," jelasnya.
"Muaranya juga pada tujuan yang sama yaitu memenangkan Pak Jokowi di pencapresan nanti," sambung Andreas.
Sebelumnya partai koalisi pendukung Jokowi intens melakukan pertemuan guna membahas pilpres 2019. Dari pertemuan tersebut, akhirnya memunculkan spekulasi beberapa nama para Ketua Umum partai politik yang akan mendampingi Jokowi menjadi cawapres. Mereka diantaranya yakni Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP Romahurmuziy serta Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto.
Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Thomafi menegaskan pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya pada Jokowi untuk menunjuk siapa cawapresnya. Ia meyakini tidak ada partai politik koalisi pendukung Joko Widodo yang angkat kaki apabila Jokowi tak memilih dari kalangan Partai Politik.
"Enggak. Saya yakin enggak ada ya. Komitmennya, siapapun yang diputuskan di dalam musyawarah parpol itu nanti akan didukung bersama-sama," ujar Arwani.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
