Nestapa Petani Mesuji, Ratusan Hektare Sawah Terendam Banjir dan Terancam Gagal Panen
lampung@rilis.id
Mesuji
RILISID, Mesuji — Air bah yang menggenangi persawahan di Desa Sidang Sidorahayu dan Sidang Muarajaya, Kecamatan Rawajitu Utara, Mesuji sejak Kamis (17/12/2020) hingga Jumat (18/12/2020) masih belum surut.
Intensitas hujan yang turun cukup tinggi membuat ratusan hektare sawah milik petani setempat terendam banjir. Saluran air yang ada di sekitar persawahan pun tidak mampu menampung debit air.
"Lahan petani di sini yang terendam hampir 300 hektare. Kami berharap penyuluhan dan bantuan benih padi dari Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji segera turun," kata Duwi (45), warga Sidang Sidorahayu, Jumat (18/12/2020).
Padahal, lanjut dia, mereka baru 15 hari menanam padi. Jika air tak kunjung surut, maka petani dipastikan merugi akibat gagal panen.
"Kalau normal, tanaman kali ini bisa dipanen pas mau Lebaran nanti. Kalau (banjir) gini, ya kami tidak tahu," lirihnya.
Kondisi serupa terjadi di Desa Muarajaya. Persawahan milik warga yang berada di pinggir jalan utama menuju kanal berubah menjadi ‘danau’.
"Persawahan di sini memang langganan banjir. Namun, luapan air tahun ini sangat tinggi hingga kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya bisa pasrah dengan keadaan. Kami berharap bantuan dari Dinas Pertanian bisa segera ke lapangan," tambah Duwi.
Terpisah, Kepala Seksi Budidaya Tanaman Serelia Dinas Pertanian Mesuji Achiri Apriadi mengaku sudah berkoordinasi dengan BP3K untuk menginventarisir sawah yang terdampak banjir.
Menurutnya, beberapa desa sudah melaporkan terdampak banjir hampir 300 hektare. Namun, ada yang masih tergenang dan juga ada yang mulai surut.
“Data pastinya kami masih menunggu dari BP3K Rawajitu Utara dan penyuluh,” ucapnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
