Menpar Sebut Deregulasi Bebas Visa Tingkatkan Daya Saing Pariwisata

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

20 Juli 2018 18:57 WIB
Nasional | Rilis ID
Pariwisata, Indonesia. ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
Pariwisata, Indonesia. ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Jakarta — Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, mengatakan, deregulasi bebas visa membuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global meningkat tajam.

Hal itu disampaikan Menpar Arief saat jumpa pers di ajang Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA)  2018 di kantor Kemenpar, belum lama ini.

"Meningkatnya daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global karena kita melakukan deregulasi bebas visa yang membuat indeks daya saing kita di tingkat global melompat dari ranking 70, menjadi 50 pada 2015 dan meningkat di ranking 42 tahun 2017," kata Menpar Arief.

Dia menjelaskan, deregulasi bebas visa secara langsung memperbaiki pilar yang menjadi unsur penilaian dalam Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) World Economic Forum (WEF) pada international openness.

Di mana semula di ranking 55  melompat menjadi ranking 17 dunia. Menurut dia, hal ini sangat besar pengaruhnya terhadap peningkatan TTCI.

"Untuk mencapai target di ranking 30 dunia tahun depan, kita harus memperbaiki pilar environmental sustainability yang saat ini masih rendah di  peringkat 131 dari 134 negara. Cara yang paling tepat adalah melakukan deregulasi di bidang yang terkait dengan environmental sustainability tersebut," ujarnya. 

Menpar Arief menilai, ISTA 2018 menjadi ajang untuk memberikan penghargaan sekaligus mengukur implementasi pariwisata berkelanjutan dalam pengelolaan destinasi wisata di Indonesia.

Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pariwisata (Permen) Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. 

"Permen ini mengandopsi standar internasional Global Sustainable Tourism Council (GSTC) yang mempertimbangkan tiga aspek utama yaitu aspek lingkungan (planet), sosial (people) dan ekonomi (prosperity) atau 3P untuk saat ini dan masa depan," ungkap dia.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya