Mendikbud Ingin Jadikan Pendidikan di Indonesia Seperti Liga Inggris 

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

18 Juli 2018 21:39 WIB
Nasional | Rilis ID
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Jakarta — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) bertujuan untuk menciptakan pemerataan sekolah di berbagai daerah. Dengan begitu, kata dia, nantinya tidak akan ada lagi satu sekolah yang lebih menonjol dan mendominasi prestasinya dari sekolah-sekolah lainnya. 

Muhadjir menganalogikan tujuan zonasi sekolah dalam PPDB itu seperti sepak bola di Liga Inggris. Menurutnya, kompetisi sekolah di Indonesia harus seperti Liga Inggris yang tidak ada satu klub pun yang medominasi juara di liga tersebut. 

"Pendidikan kita akan dijadikan seperti Liga Inggris. Liga Inggris itu paling kompetitif kalau dibandingkan yang lainnya. Yang sekolah underdog, debutan, tiba-tiba jadi juara. Seperti kemarin Leicester City kan debutan langsung jadi juara," kata Muhadjir di kawasan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (18/7/2018). 

Sekolah di Indonesia, lanjut Muhadjir, jangan seperti Liga Spanyol yang prestasinya hanya didominasi oleh klub-klub besar yang memang memiliki tradisi juara. Dengan begitu, nantinya tidak ada kesempatan sekolah-sekolah yang debutan bisa berprestasi. 

"Kalau di Spanyol juaranya selalu bisa ditebak. Kalau enggak Real Madrid ya pasti Barcelona. Cuma sekali-sekali saja Atletico Madrid," ujarnya. 

Selama ini, imbuh Muhadjir, sekolah-sekolah favorit selalu mendominasi prestasinya karena seleksi penerimaan siswanya yang ketat dan berdasarkan nilai ujian. Sehingga, sistem zonasi ini akan bisa memberi rasa keadilan dan pemerataan terhadap sekolah-sekolah lainnya. 

"Sekolah favorit itu wajar lah bagus, wong ditinggal gurunya tidur saja muridnya sudah pintar," celetuknya. 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya