Masa Depan Ekonomi Aman, Ini Penyebabnya 

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

27 Mei 2018 00:07 WIB
Nasional | Rilis ID
ILUSTRASI: Hafiz
Rilis ID
ILUSTRASI: Hafiz

RILISID, Jakarta — Anggota Komisi V DPR Syarif Abdullah Alkadrie menilai pembangunan infrastruktur melesat dan berjalan masif pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Tidak hanya infrastruktur jalan tol, pembangunan bandara di berbagai daerah dan bahkan pembangunan Trans Papua diharapkan lebih memudahkan bagi masyarakat.

"Saya kira selama Jokowi presiden ini cukup drastis masalah pembangunan dan perbaikan infrastruktur," kata Abdullah kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (26/5/2018) sore. 

Sebelumya, Pemerintah menjamin mudik Lebaran 2018 akan lebih nyaman karena beberapa infrastruktur baru sudah siap digunakan. Komitmen tersebut pernah dinyatakan Presiden Jokowi sewaktu meninjau Tol Gempol-Pasuruan. Ia ingin agar Merak hingga Pasuruan bisa segera tersambung.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan, pembangunan nasional berjalan sesuai dengan perencanaan. Selain fisik, hasil dari pembangunan tersebut nantinya akan menciptakan peradaban yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya yang berada di daerah 3T dalam mendapatkan pelayanan dasar.

Moeldoko memastikan bahwa pembangunan tersebut akan terkoneksi antar satu dengan lainnya, sesuai dengan waktu yang direncanakan. "Dengan adanya konektivitas yang terbangun, yang bisa menghubungkan dengan daerah-daerah terpencil yang terisolasi, maka peradaban manusia akan menjadi cepat berkembang," kata Moeldoko di Jakarta, Sabtu (26/5)

Dengan demikian, kesenjangan yang selama ini terjadi diharapkan dapat segera teratasi, khususnya bagi yang berada di daerah perbatasan. "Yang lebih penting lagi adalah membangun nasionalisme, membangun wawasan kebangsaan, dan keterikatan," tutur Moeldoko.

Lebih lanjut, ia berharap masyarakat tidak berpersepsi bahwa pembangunan dilakukan setengah-setengah. "Orang melihat baru yang berfungsi saja, padahal nyambungnya tinggal menunggu waktu. Ini ada timeline-nya," tandasnya.

Jika nantinya konektivitas secara fisik terjadi, maka akses masyarakat yang selama ini berada di wilayah 3T akan mudah terjangkau. Setidaknya, kebutuhan dasar masyarakat eperti pendidikan dan kesehatan, akan terlayani oleh pemerintah. Selain itu, keberadaan akses diharapkan dapat memberikan efek positif terhadap tingkat perekonomian masyarakat.

Peneliti Ekonomi dari  Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudistira Adhinegara mengatakan, efek pembangunan infrastruktur memang baru bisa dirasakan secara jangka panjang. “Dalam sepuluh tahun ke depan diharapkan infrastruktur jalan tol, jembatan, pelabuhan bisa menurunkan logistic cost, sehingga barang-barang bisa lebih murah," ujar Bhima. 

Lebih jauh dirinya berharap pemerintah memberikan porsi kepada pembangunan logistik karena akan dapat meningkatkan ekspor. “Harga komoditas sedang naik. Ini yang harus dioptimalkan,” katanya. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya