Libur Lebaran Tahun Ini, Diprediksi Volume Sampah di Pantai Capai 210 Ton

Elvi R

Elvi R

Gunung Kidul

8 Juni 2018 14:59 WIB
Daerah | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Gunung Kidul — Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memprediksi volume sampah di objek wisata pantai daerah ini selama libur Lebaran 2018 mencapai 210 ton.

"Kami memperkirakan setiap wisatawan yang masuk ke Gunung Kidul menghasilkan 0,7 kilogram sampah. Dengan asumsi ini dan ditambah perkiraan jumlah kunjungan mencapai 300 ribu orang, maka jumlah sampah yang harus ditangani mencapai 210 ton," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunung Kidul Agus Priyanto di Gunung Kidul, Jumat (8/6/2018).

Dia mengatakan, DLH akan menerjunkan 24 personel untuk membersihkan kawasan wisata pantai.

"Kami tetap berusaha untuk membersihkan kawasan pantai dari sampah-sampah, meski jumlah petugas sangat terbatas," ungkap Agus.

Agus menyebut, selama libur Lebaran, para petugas kebersihan tidak akan libur. Bahkan beban kerja mereka semakin berat karena diperkirakan kawasan pantai selatan akan dibanjiri wisatawan.

Menurutnya, minimnya jumlah petugas bisa disiasati melalui kerja sama dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang ada.

Dia mengimbau pokdarwis menjaga kebersihan dan keindahan kawasan pantai menjadi tugas bersama pemerintah dan pelaku wisata.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pokdarwis yang ada dalam kaitannya menjaga kebersihan wilayah masing-masing," katanya.

Agus mengatakan, masalah sampah di kawasan pantai menjadi masalah tersendiri. Sampah bisa mengganggu kenyamanan dan keindahan jalur wisata dan lokasi wisata. Selain itu, sampah di kawasan wisata banyaknya dikeluhan wisatawan.

"Kami ingin membuat semua wisatawan merasa nyaman dalam kunjungannya ke Gunung Kidul," ujar Agus.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya