Lewat Voting, Kemenpar Raih 'The Best Ministry Of Tourism' di TTG Travel Award
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Kementerian Pariwisata secara resmi berhasil meraih penghargaan kategori The Best Ministry Of Tourism atau Best National Tourism Organization (NTO) di ajang TTG Travel Awards 2018.
Penghargaan diserahkan Managing Director TTG Asia Media, Darren Ng dan diterima oleh Duta Besar Indonesia untuk Thailand, Ahmad Rusdi bersama Tenaga Ahli Menteri Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata Kemenpar I Gede Pitana.
"Ini penghargaan yang luar biasa untuk Kemenpar, dan ini hasil dari voting pembaca TTG Asia yang sebarannya ke seluruh dunia. Kami lakukan award ini dengan sangat maksimal dan melibatkan para pelaku pariwisata maupun pembaca setia, jadi selamat untuk Kemenpar," kata Darren melalui siaran pers yang diterima rilis.id, Jumat (21/9/2018).
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku bangga dengan keberhasilan brand Wonderful Indonesia di ajang dan momen apapun. Menurutnya, setiap penghargaan menjadi penting lantaran menambah kredibilitas dan kepercayaan diri.
Dia menjelaskan, sebuah award akan menaikkan tingkat kepercayaan dan menjadi pengakuan dari berbagai dunia luar.
"Kemenangan-kemenangan tersebut akan meningkatkan self confidence kita dan membawa kita untuk yakin menuju kemenangan berikutnya. Terima kasih kepada seluruh pembaca dan pihak yang terkait Award di TTG Asia," ujar Menpar Arief.
TTG Travel Awards merupakan penghargaan bergengsi bagi industri travel se-Asia Pasifik sejak 1989. Acara tahunan itu bertujuan untuk menghormati organisasi dan individu dalam berbagai kategori.
Di antaranya, travel supplier, travel agency, outstanding achievement and travel hall of fame. Acara ini digelar oleh TTG Asia dengan dukungan dari TTG India, TTG China, TTG Mice, TTG Associations, TTC BT Mice China dan TTG Asia Luxury.
Sejak pertama kali penghargaan dimulai, acara ini tumbuh secara signifikan dari industri dan jumlah penghargaan yang diberikan. Selain dari pembaca, Voting juga meminta para profesional industri maupun para pelaku pariwisata.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
