Kucuran Dana untuk Pertemuan IMF Dinilai Kurang Tepat, Kenapa?

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

2 Oktober 2018 11:30 WIB
Nasional | Rilis ID
ILUSTRASI: Istimewa
Rilis ID
ILUSTRASI: Istimewa

"Strategi menaikkan suku bunga acuan, mencabut subsidi yang membebani keuangan negara, dan merestrukturisasi perbankan," imbuhnya.

Dia menekankan, in-efektivitas program stabilisasi terjadi lantaran IMF tidak memperhatikan secara saksama seluk-beluk dualisme ekonomi yang melekat pada perekonomian Indonesia. Sejarah kemudian mencatat, kemerosotan ekonomi Indonesia berimbas pada turbulensi politik hingga kejatuhan rezim.

"Sejak itu, masyarakat memiliki kesan yang kurang baik terhadap sepak terjang IMF. Mereka dipandang liberal, mengagungkan mekanisme pasar, dan menafikan peran negara dalam urusan kesejahteraan sosial," ucapnya.

Heri mengingatkan, restrukturisasi yang kini tengah digeber IMF tidak serta merta mengubah citra bagi negara berkembang yang dulu pernah memperoleh bantuan IMF.

Nampaknya Pembahasan perang dagang yang dikibarkan oleh Presiden AS Donald Trump kepada rival utamanya Cina, diperkirakan mendominasi pertemuan ini.

Sistem perdagangan global saat ini berada ‘dalam bahaya terkoyak’. Potensinya dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi global dan membuat konsumen menjadi lebih miskin karena mahalnya harga yang harus dibayar saat ini.

"Jika demikian halnya, Christine Lagarde akan bersedekap trenyuh menyaksikan penyesalan mendalam seluruh elemen bangsa. Lalu, apa yang bisa diharapkan dari pertemuan yang berlangsung nanti?" pungkas Heri.

Di sisi lain, panitia pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 mengatakan persiapan penyelenggaraan pertemuan sudah hampir rampung. Bahkan, pertemuan tahunan di Nusa Dua, Bali itu sudah mencapai 96 persen pada 28 September kemarin. Ketua Pelaksana Harian Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Susiwijono mengatakan, tinggal empat persen persiapan yang belum selesai, seperti teknologi informasi, audio video dan ruangan kantor.

"Kami mengejar penyelesaian dari konversi kamar hotel menjadi ruangan kantor yang sudah berjalan selama dua minggu ini," ungkapnya di lansir dari ANTARA.

Dia menjelaskan, total alokasi jumlah ruangan kantor yang dikonversi sebanyak 597 ruangan yang tersebar di tiga hotel. Di hotel Westin sebanyak 467 ruang, Bali Nusa Dua Hotel 88 ruang dan Grand Whiz 44 ruangan.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya