Kisah Pilu Anggota Paskibra Lampung Asal Lambar, Tidak Diurus Pemkab dan Sekolah
Ari Gunawan
Lampung Barat
"Ketika saya tanya teknis keberangkatan, kata Ibu Kadisporapar, harus diantar sendiri oleh orang tua karena dinas tidak ada anggaran. Awalnya saya bingung, ini utusan kabupaten mau ke Bandarlampung tapi tidak didampingi oleh dinas terkait atau pihak sekolah. Tapi karena ini adalah bentuk kebanggaan saya selaku orang tua, saya bersama ibunya mengantarkan anak saya ke Bandarlampung," lirih Khairul.
Yang membuat Khairul miris, sesampainya di Bandarlampung ia melihat anggota Paskibra dari beberapa kabupaten lain, diantar oleh petugas dari dinas dan pihak sekolah. Bahkan di depan hotel berderet mobil dinas yang mengantarkan utusan kabupaten lain.
"Pas di hotel, ada panitia yang bertanya kepada saya, pak mana SPPDnya yang mau ditandatangani, saya bilang nggak ada. saya kemudian bertanya sama beberapa orang disitu. Pak itu yang di antar anaknya ya? Orang tersebut menjawab bukan. Mereka dari dinas mengantarkan anak-anak yang lolos paskibra. Itu yang membuat saya begitu sedih," kenang Khairul.
Tapi demi menguatkan anak saya dan sebagai bentuk kebanggaan keluarga, saya tetap memotivasi anak saya untuk semangat mengikuti semua tahapan karantina yang telah ditetapkan oleh petugas Paskibra hingga selesai.
"Kamu harus semangat, kamu adalah kebanggaan keluarga besar kita, Nak," pesan Khairul kepada Citra.
Bahkan kata Khairul, ketika mendapat kabar bahwa akan dilakukan pembubaran petugas paskibra oleh panitia, dirinya bersama istri kembali berangkat ke Bandarlampung untuk menjemput anaknya.
Sementara Citra juga mengaku kerap sedih dan sempat beberapa kali menangis ketika mendengar cerita kawan-kawannya dari daerah lain yang ketika berangkat ada yang diantar oleh petugas dinas, ada juga yang didampingi pihak sekolah.
"Sangat sedih. Saya sempat beberapa kali menangis. Kalau pas dengar kawan-kawan cerita. Mereka berangkat saja diantar orang dari dinas dan pihak Sekolah. Ada yang dikasih uang saku dari sekolah Rp700 ribu, ditambah dari dinas Rp1,2 juta dan lainnya. Saya juga dikasih uang saku Rp300 ribu dari sekolah, tapi yang buat saya sedih tidak ada yang mengantar dan mendampingi dari pemerintahan maupun dari sekolah," ungkap siswi kelahiran 5 September 2004 itu. (*)
Pemkab Lambar
Paskibra
Paskibraka
Pemprov Lampung
HUT RI ke-76
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
