Kasihan, DPRD juga Enggan Temui Warga Eks Pasar Griya
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Menuntut keadilan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, 28 kepala keluarga (KK) eks Kampung Pasar Griya menginap di gedung DPRD setempat.
Mereka memutuskan tetap bertahan sampai ada kabar baik dari para legislator.
Pantauan di lokasi, warga menggelar tenda dengan alas seadanya di halaman parkir pimpinan dewan atau di depan pintu masuk DPRD Kota Bandarlampung.
Warga sudah menginap sejak Selasa (14/8/2018) malam. Namun sayangnya, keinginan mereka bertemu Wali Kota Herman HN tidak terwujud. Padahal Herman sedang menghadiri rapat paripurna di DPRD.
Salah seorang warga, Werli (32), mengatakan dirinya bersama masyarakat lain menginap di DPRD selesai demo di pemkot.
”Tapi, belum ada anggota dewan yang menemui kami sejak semalam. Kami juga masih menunggu Pak Herman HN,” kata Werli, Rabu (15/8/2018).
Apakah mereka tahu Herman HN datang ke DPRD? ”Pak Herman tadi ke sini? Kami nggak tahu. Kalau melihat pasti langsung menemui beliau,” ujar Werli.
Warga lainnya, Wahyuni (35), merasa kecewa dengan sikap Herman yang dianggap tidak berani menemui warga.
”Buya (sebutan warga untuk Herman HN) berarti pengecut. Nggak berani menghadapi ibu-ibu yang cuma segelintir ini,” kesalnya.
”Mungkin memang sudah nggak pantas dipanggil Buya lagi,” tukasnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
