Jokowi Klaim Ekonomi Nasional Stabil, Angka Kemiskinan Satu Digit

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

16 Agustus 2018 16:20 WIB
Nasional | Rilis ID
Jokowi ketika membacakan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan di Gedung DPR RI, kompleks Senayan, Jakarta. FOTO: Istimewa
Rilis ID
Jokowi ketika membacakan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan di Gedung DPR RI, kompleks Senayan, Jakarta. FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengklaim ekonomi nasional stabil tumbuh di kisaran 5 persen per tahun, di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang sedang berlangsung. 

Apalagi, dalam beberapa bulan terakhir nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus terpuruk.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang stabil dan pengendalian inflasi yang terjaga membuat
pertumbuhan ekonomi menjadi lebih berkualitas dan dapat dirasakan dampaknya. 

"Inflasi selalu pada kisaran 3,5 persen. Ini sebuah pencapaian yang luar biasa untuk menjaga daya beli rakyat," ujar Jokowi saat pidato kenegaraan dalam sidang tahunan DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Jokowi juga menyebutkan, realisasi inflasi bulan Juni 2018 berhasil ditekan pada angka 0,59 persen atau terendah dibandingkan inflasi saat Hari Besar Keagamaan Nasional dalam tujuh tahun terakhir. 

Bahkan, angka pengangguran terbuka turun menjadi tinggal 5,13 persen pada Februari 2018. 

Jokowi juga memamerkan pencapaian luar biasa dari pemerintahan kabinet kerja dan untuk pertama kalinya, persentase kemiskinan Indonesia turun ke angka satu digit, yaitu menjadi 9,82 persen pada Maret 2018. 

"Kita sudah berhasil menekan angka kemiskinan dari 28,59 juta atau 11,22 persen pada bulan Maret tahun 2015 menjadi 25,95 juta atau 9,82 persen pada Maret tahun 2018," katanya.

Selain itu, untuk memberikan jaminan perlindungan bagi keluarga miskin, Program Keluarga Harapan (PKH) telah diperluas cakupannya. 

Dari hanya 2,7 juta keluarga di tahun 2014 menjadi hampir 6 juta keluarga penerima manfaat pada tahun 2016 dan secara bertahap meningkat hingga 10 juta keluarga pada tahun 2018.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya