Ini yang Dibahas Prabowo dan Syarif Hasan
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Partai Gerindra dan Partai Demokrat sepakat, bangsa ini harus lebih baik kedepan. Demikian isi pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan di kediaman Prabowo Subianto, Jakarta, Kamis (5/7/2018).
“Concern-nya adalah bagaimana bangsa dan negara ini ke depan harus lebih baik. Demokrasi harus kita junjung lagi agar rakyat bisa menikmati proses demokrasi itu,” kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani usai menghadiri pertemuan tersebut.
Partai Gerindra, sambungnya, menerima partai manapun dan membuka komunikasi dengan partai manapun.
“Karena kita merasa bahwa problem bangsa ini berat. Masalah ini berat. Kompleks dan pelik. Karena menyelesaikan masalah itu harus bersama-sama. Kita harus bareng-bareng gotong royong. Kita harus bareng-bareng memiliki kepedulian yang sama tentang masalah bangsa,” kata Wakil Ketua MPR RI itu.
Partai Gerindra dan Demokrat memiliki pandangan yang sama soal bangsa ini.
“Karena kita memiliki asas dan prasangka yang sama untuk membangun bangsa dan negara. Kita memiliki cara pandang yang sama tentang masalah bangsa. Kita memiliki cara pandang yang sama tentang mencari solusi masalah bangsa. Termasuk dengan partai Demokrat,” ujar Muzani.
Untuk itu, Pemilu 2019 adalah momentum tepat guna memperbaiki keadaan bangsa ini kedepan.
“Karena 2019 adalah momen demokrasi dimana rakyat akan memilih pilihan atas kepemimpinan lima tahun ke depan sehingga kedua pemimpin kita sama-sama sepakat bahwa momen itu adalah momen strategis yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Termasuk dalam kepemimpinan dalam pilpres dan seterusnya,” kata Muzani.
Dalam pertemuan tersebut, Syarif Hasan juga menyampaikan pesan-pesan politik Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono kepada Prabowo Subianto.
“Ya pesan-pesan lah ya. Namanya politik ya pesan-pesan politik. Pesan menghadapi pilpres apa segala macam,” kata Muzani.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
