Ini Saran Pengamat ke Golkar agar Tak Dicap Partai Korupsi
Sukma Alam
Jakarta
RILISID, Jakarta — Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Adi Prayitno menyatakan Partai Golkar harus tegas terhadap kader yang terlibat tindak pidana korupsi. Pasalnya, hal itu agar tidak ditinggalkan konstituen.
"Harusnya Partai Golkar mengantisipasi terhadap kader yang terjerat isu korupsi minimal ditegur atau diminta mundur," kata Adi, Jumat (21/9/2018).
Adi mengatakan para elite Golkar harus mengambil langkah cepat agar tidak ditinggalkan pemilih terkait sejumlah kader yang terlibat skandal korupsi.
Adi menuturkan kredibilitas dan tingkat keterpilihan partai akan melorot jika tidak segera merespons isu korupsi yang menjerat kader.
"Sepertinya rileks dan santai terhadap isu-isu korupsi karena merasa yakin posisi Golkar akan aman atau lolos Parliamentary Threshold pada Pemilu 2019 nanti," ujar Adi.
Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindak pengurus Partai Golkar yang terlibat dalam kasus korupsi. Di antaranya, Setya Novanto, Eni Maulana Saragih, Idrus Marham, Fayakhun Andriadi dan Markus Nari.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
