Ini Saran Pengamat ke Golkar agar Tak Dicap Partai Korupsi

Sukma Alam

Sukma Alam

Jakarta

22 September 2018 02:07 WIB
Nasional | Rilis ID
Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Jakarta — Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Adi Prayitno menyatakan Partai Golkar harus tegas terhadap kader yang terlibat tindak pidana korupsi. Pasalnya, hal itu agar tidak ditinggalkan konstituen.

"Harusnya Partai Golkar mengantisipasi terhadap kader yang terjerat isu korupsi minimal ditegur atau diminta mundur," kata Adi, Jumat (21/9/2018).

Adi mengatakan para elite Golkar harus mengambil langkah cepat agar tidak ditinggalkan pemilih terkait sejumlah kader yang terlibat skandal korupsi.

Adi menuturkan kredibilitas dan tingkat keterpilihan partai akan melorot jika tidak segera merespons isu korupsi yang menjerat kader.

"Sepertinya rileks dan santai terhadap isu-isu korupsi karena merasa yakin posisi Golkar akan aman atau lolos Parliamentary Threshold pada Pemilu 2019 nanti," ujar Adi.

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindak pengurus Partai Golkar yang terlibat dalam kasus korupsi. Di antaranya, Setya Novanto, Eni Maulana Saragih, Idrus Marham, Fayakhun Andriadi dan Markus Nari.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya