Indonesia-Palestina Sepakat Hapuskan Tarif Masuk Kurma dan Minyak Zaitun

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

6 Agustus 2018 23:00 WIB
Nasional | Rilis ID
Buah kurma. FOTO: Instagram
Rilis ID
Buah kurma. FOTO: Instagram

RILISID, Jakarta — Indonesia dan Palestina sepakat untuk meningkatkan kerja sama perdagangan, dengan mempersiapkan kerangka Preferential Trade Agreement (PTA) setelah kedua negara menyepakati penghapusan tarif untuk komoditas kurma dan minyak zaitun murni.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengatakan kesepakatan tersebut muncul setelah kedua negara menandatangani Pengaturan Pelaksanaan atau Implementing Arrangement (IA) pada Nota Kesepahaman (MoU) tentang pemberian preferensi penghapusan tarif bea masuk nol persen bagi dua produk tersebut.

"Dalam pembicaraan tadi dengan Duta Besar Palestina di Jakarta, Zuhair Al-Shun, kami berdua setuju untuk meningkatkan dan mempersiapkan PTA antara Indonesia dan Palestina," kata Enggartiasto di Jakarta, Senin (6/8/2018).

Enggartiasto mengatakan, daftar produk serta barang yang akan masuk dalam PTA tersebut akan diberikan oleh pemerintah Palestina. 

Hal tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah Indonesia terhadap Palestina dan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

"Sesuai perintah Presiden kepada kami, berikan prioritas apapun yang Palestina butuhkan, dan apapun yang mereka siapkan untuk masuk ke Indonesia," ujar Enggartiasto.

Indonesia dan Palestina telah menandatangani Pengaturan Pelaksanaan atau Implementing Arrangement (IA) pada Nota Kesepahaman (MoU) tentang pemberian preferensi penghapusan tarif bea masuk nol persen bagi produk kurma dan minyak zaitun murni dari Palestina.

Dokumen IA merupakan petunjuk teknis pada MoU penghapusan bea masuk nol persen bagi produk kurma dan minyak zaitun murni dari Palestina ke Indonesia. 

Penandatanganan IA merupakan tindak lanjut dari ratifikasi atas MoU antara Indonesia dan Palestina. Penghapusan bea masuk tersebut diharapkan efektif pada September 2018.

Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun mengatakan pihaknya berterima kasih atas dukungan yang diberikan pemerintah Indonesia, melalui adanya penandatanganan IA tersebut.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya