Hindari Kegaduhan, Imam Istiqlal Ditunjuk Pimpin Doa Sidang MPR

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

16 Agustus 2018 11:51 WIB
Nasional | Rilis ID
FOTO: Istimewa
Rilis ID
FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Imam Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar didaulat memimpin doa penutup sidang tahunan MPR 2018. Usai dua tahun berturut-turut doa penutup menuai kontroversi lantaran dipimpin politisi.

Menutup agenda sidang, Ketua MPR Zulkfli Hasan mengatakan, penunjukan Nasaruddin untuk menghindari kegaduhan pada sidang di tahun-tahun sebelumnya. 

"Tahun-tahun sebelumnya doa jadi ramai. Tahun ini kita minta Imam Besar Istiqlal," ujar Zulkifli di ruang sidang, kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (16/8).

Terbukti, doa yang dipanjatkan lebih sejuk. Dalam doanya, Nasaruddin berharap agar sidang paripurna tahunan yang digelar MPR, DPR dan DPD berlangsung dengan lancar.

Nasaruddin juga menekankan agar semua pihak untuk pandai bersyukur dan bersabar dalam menghadapi segala cobaan.

"Bersikap ikhlas tapi istoqomah," harapnya. 

Selain itu, Nasaruddin juga mendoakan agar bangsa bukan saja mengumbar kritik namun juga mengedepankan kesatunan. Hingga pemimpin yang baik dan takut melakukan pelanggaran. 

"Bukan hanya bersikap kritis tapi juga santun. Bukan hanya mencari kebenaran, tapi takut melakukan pelanggaran. Bukan hanya bicara banyak tapi juga kerja banyak bukan hanya jadi pemimpin baik tapi rakyat yang baik," tandasnya.

Sebelumnya, di sidang tahunan 2016, politisi Gerindra M. Syafii mendapat tugas membacakan doa penutup pada Selasa (16/8/2016). Dalam doanya, Syafii menyinggung mulai dari masalah outsourcing hingga diselipkannya sindiran ke sosok pemimpin tanah air.

"Jauhkan kami dari pemimpin yang khianat, yang memberi janji janji palsu, yang memberi harapan kosong. Jauhkan kami ya Allah dari pemimpin yang khianat, yang hanya memberikan janji-janji palsu, harapan-harapan kosong, yang kekuasaannya bukan untuk memajukan dan melindungi rakyat ini, dan seakan-akan arogansi kekuatan berhadap-hadapan dengan kebutuhan rakyat," ucap Syafii dalam doanya.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya