Gempa Lombok, 2 Warga Bali Tewas 

Default Avatar

Anonymous

Denpasar

6 Agustus 2018 16:45 WIB
Daerah | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Denpasar — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali mencatat sebanyak 2 orang warga Bali tewas, 21 lainnya mengalami luka berat dan 43 orang mengalami luka ringan karena terdampak gempa berkekuatan 7,0 Skala Richter yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/8/2018) malam.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Dewa Putu Mantera, dua korban meninggal dunia tersebut yakni warga Kota Denpasar karena serangan jantung dan satu lainnya tertimpa tembok rumah kos.

Sementara 21 korban luka berat itu tersebar di lima kabupaten/kota di Bali, yakni di Kota Denpasar sebanyak 6 orang, Karangasem 7 orang, Gianyar 3 orang, Klungkung 3 orang dan Buleleng 2 orang.

"Yang luka berat ini umumnya mereka mengalami patah tulang," ujarnya di Denpasar, Senin (6/8/2018).

Sementara jumlah total korban luka ringan 43 orang. Korban tersebut berasal dari Kota Denpasar sebanyak 8 orang, Karangasem 12 orang, Gianyar 7 orang, Klungkung 8 orang, Bangli 6 orang, Tabanan 1 orang dan Buleleng 1 orang.

Menurutnya, data korban ini masih bisa berubah karena setiap jam di-update oleh jajaran BPBD kabupaten/kota yang masih bergerilya untuk mengidentifikasi data korban.

Sedangkan untuk kerusakan bangunan atau infrastruktur, ada mekanisme yang bisa diajukan oleh BPBD kabupaten/kota dengan pernyataan bupati/wali kota yang nanti diajukan ke BPBD Bali.

"Nanti akan kami verifikasi, kami cek bagaimana kerusakannya, pantauannya seperti apa, berapa besar kerusakannya," kata Dewa Mantera.

Pria asal Kabupaten Gianyar itu menyebutkan, bantuan yang bisa diberikan BPBD Bali, nantinya berupa sejumlah uang yang nominalnya bervariasi, tergantung tingkat kerusakannya.

"Yang jelas, baik korban yang mengalami luka-luka maupun kerusakan infrastruktur bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah, sepanjang ada penyampaian dan pendataan bahwa memang benar-benar akibat bencana alam," pungkas Dewa Mantera.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya