Gawat! BMKG Sebut Gempa Susulan Lombok Masih Terjadi hingga Akhir Bulan

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

9 Agustus 2018 11:30 WIB
Nasional | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Jakarta — Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebutkan, gempa susulan skala kecil akan terus terjadi hingga empat minggu ke depan di wilayah Lombok.

Seperti diketahui, daerah tersebut telah diguncang gempa 6,4 Skala Richter pada 29 Juli 2018 dan gempa 7,0 Skala Richter pada 5 Agustus 2018.

"Tiga hingga empat minggu ke depan gempa kecil masih akan terjadi. Kita harus menerimanya, ini proses alam," ujar Dwikorita dalam keterangannya, Kamis (9/8/2018).

Menurutnya, kekuatan gempa susulan maksimal pada kisaran 5,0 SR dan tidak berpotensi menimbulkan kerusakan. Namun dia mengingatkan warga yang rumahnya rusak akibat gempa besar pada Minggu (5/8) untuk tetap waspada.

Ia mengatakan, seluruh warga harus siap menghadapi risiko itu karena Pulau Lombok berdekatan dengan Sesar Flores yang membentang dari Bali hingga utara Laut Flores.

"Gempa di Lombok kali ini adalah siklus 200 tahunan dari patahan Flores, energi terkuat telah selesai," jelas Dwikorita.

Ia menerangkan, energi tersebut keluar secara berangsur dan dua kali menimbulkan efek merusak di Lombok. Setelah energi terbesar keluar pada 5 Agustus dan menyebabkan getaran hingga 7,0 SR, yang tersisa kemungkinan energi kecil yang membawa gempa-gempa susulan.

"Justru akan sangat berbahaya jika setelah gempa besar terjadi namun tidak ada gempa susulan kecil setelahnya, berarti masih ada potensi energi besar," terangnya.

Kendati demikian, Dwikorita mengatakan warga sudah bisa menempati tempat tinggalnya sebab keadaan sudah berangsur aman. 

"Warga sudah boleh jika ingin kembali ke rumah, keadaan sudah berangsur aman," pungkasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya