Gangguan Keamanan dari KKSB Meningkat, Warga Pilih Mengungsi ke Asmat
Anonymous
Timika
RILISID, Timika — Para pengungsi asal Kenyam, Kabupaten Nduga hingga kini terus berdatangan ke Agats, Kabupaten Asmat yang merupakan daerah tetangga terdekat, menyusul semakin meningkatnya gangguan keamanan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKSB) di wilayah itu akhir-akhir ini.
Menurut Kepala Dinas Sosial Asmat, Amir Makhmud, sebanyak 116 pengungsi Kenyam kini ditampung sementara di rumah sewa Dinas Sosial Asmat, Gereja Kristen Injili Agats dan Rumah Adat Tongkonan Ikatan Keluarga Toraja Asmat.
"Pengungsi warga non Papua dengan jumlah sebanyak 66 orang untuk sementara menempati Rumah Tongkonan Agats. Sedangkan 50 warga asli Papua ditempatkan di rumah sewa di Jalan Amborep Agats," kata Amir, dihubungi dari Timika, Jumat (6/7/2018).
Menurut dia, Kabupaten Asmat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Nduga memang menjadi pilihan utama warga saat mengungsi dari Kenyam, setelah situasi keamanan di daerah itu mencekam pascateror penembakan oleh KKSB.
Para pengungsi harus menempuh perjalanan belasan jam dari Batas Batu ke Agats, ibu kota Kabupaten Asmat dengan menumpang perahu motor menyusuri sungai-sungai lebar yang sangat banyak di wilayah itu.
Aksi pengungsian besar-besaran warga Kenyam tidak saja dilakukan oleh warga non Papua yang bekerja sebagai pedagang, buruh bangunan, peternak maupun aparatur pemerintah di Kabupaten Nduga, tetapi juga dilakukan oleh warga asli Papua asal Yahukimo, Jayawijaya dan sejumlah kabupaten di wilayah Pegunungan Tengah Papua.
Amir memperkirakan, gelombang pengungsian warga Kenyam ke Agats Asmat masih akan terus bertambah beberapa waktu ke depan.
Para pengungsi yang sementara ditampung di Agats Asmat rencananya akan pulang ke kampung halaman mereka masing-masing.
Mereka masih menunggu kedatangan kapal Pelni, KM Leuser dijadwalkan akan singgah di Pelabuhan Agats Asmat pada 11 Juli dan selanjutnya berlayar menuju Pelabuhan Paumako Timika.
Hingga kini, tambah Amir, sudah dua gelombang pengungsi Kenyam tiba di Timika.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
