Ferdinand: Misbakhun Ibaratnya Maling Teriak Maling
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyebutkan, mantan anggota Timwas Pansus Bank Century M Misbakhun seperti maling teriak maling. Hal itu dikatakan Ferdinand terkait diungkitnya kembali kasus Bank Century yang berkumpul di ruang kerja Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.
“Saya harus menyatakan bahwa timwas itu sedang mempolitisasi kasus Bank Century. Mereka orang-orang yang tidak memahami konstruksi hukum tapi bicara seolah-olah ingin menuntaskan penegakan hukum dalam kasus Century. Salah satunya, Misbakun yang turut harus menjalani proses pengadilan akibat LC fiktif dari Century. Jadi ini ibaratnya maling teriak maling,” kata Ferdinand di Jakarta, Rabu (26/9/2018).
Kasus century itu secara politik sudah selesai dan rekomendasi pansus Century yang juga diketahui panwas.
“Jelas tidak menyebut bahwa SBY terlibat, Demokrat terlibat dan kader demokrat terlibat. Tidak ada sama sekali keterlibatan Demokrat. Jadi kenapa mereka memaksakan kehendak berdasar halusinasi bahwa seolah SBY harus diperiksa KPK? Ini lelucon dalam politik dengan judul maling teriak maling,” kata Ferdinand.
Selain itu, proses hukum kasus Century telah dilakukan dan menghukum para pelaku penerima suap. “Telah juga menghukum orang orang yang terlibat menggelapkan yang Century. Dan tidak ada yang menyebut nama SBY dan Demokrat. Jadi apa hubungannya dengan SBY? Tidak ada kecuali halusinasi semata,” ungkap dia.
Oleh karena itu, ia menyarankan Timwas Bank Century lebih baik mendorong penyelesaian Kasus BLBI yang sekarang dipersidangan sering menyebut nama Megawati.
“Jangan jadikan Century yang selesai untuk menutupi kasus BLBI yang menyebut nama Megawati,” kata Ferdinand.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
