Fahri Hamzah: Pemerintah Lakukan Kebohongan
Anonymous
Jakarta
Selama 4 tahun pemerintahan Jokowi, sambung Fahri, upah nominal buruh tani naik dari Rp 43.808 perhari ke Rp 50.213 perhari. Tetapi, upah riilnya justru turun dari Rp39.383 menjadi Rp 37.711. "Ini berarti kenaikan upah nominal tidak mampu mengatasi inflasi (kenaikan harga-harga kebutuhan pokok) yang dihadapi buruh tani,” sebutnya.
Menurut Fahri, rakyat tidak berubah nasibnya hanya karena ada statistik yang memotret kemiskinan secara sumir. Pemerintah harus berani menganbil terobosan untuk mengukur kemiskinan dan kesejahteraan rakyat secara nyata.
“Penyembunyian keadaan rakyat dengan menggunakan statistik dapat dikategorikan sebagai kebohongan yang disamarkan. Praktik ini harus dihentikan,” kata Fahri.
“Cukuplah, jangan ada lagi dusta seperti ini. Kalau kita miskin ya miskin saja. Mari kita miskin bersama-sama. Jangan sampai statistik dipakai menghibur elite dan opini tapi rakyat tambah sengsara,” tutup Fahri.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
