Erupsi Justru Tingkatkan Kunjungan Wisatawan di Tabanan

Default Avatar

Anonymous

Tabanan

4 Juli 2018 10:45 WIB
Daerah | Rilis ID
Gunung Agung di Bali. FOTO: Instagram
Rilis ID
Gunung Agung di Bali. FOTO: Instagram

RILISID, Tabanan — Erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, justru membuat tingkat kunjungan di objek wisata Ulundanu, Beratan, Kabupaten Tabanan, Bali, meningkat.

"Kunjungan wisatawan ke objek wisata Ulundanu, Beratan, per hari mencapai 3.300 orang dan angka tersebut menunjukkan peningkatan  17 persen  dibandingkan dengan hari biasanya," kata Manajer Objek Wisata Ulundanu Beratan I, Wayan Mustika, di Tabanan, Rabu (4/7/2018).

Sejak erupsi Gunung Agung yang terjadi pada Rabu (27/6/2018) malam lalu, tingkat kunjungan di objek wisata Ulundanu tidak terpengaruh.

"Bila erupsi bisa berminggu-minggu ini mungkin bisa mempengaruhi tingkat kunjungan para pelancong. Apalagi, kami telah menyelenggarakan 'Ulundanu Beratan Art Festival' ke-4 selama seminggu hingga 1 Juli," kata Wayan Mustika.

Festival Ulundanu Beratan ke-4 di Kabupaten Tabanan itu menyuguhkan atraksi budaya yang unik dan menarik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri ke daerah "gudang beras" di Pulau Dewata itu, seperti Tari Kecak.

Selain Tari Kecak, kegiatan itu juga menyuguhkan atraksi Gong Baleganjur dan Lomba Gebokan, rangkaian janur dan bunga yang ditata sedemikian rupa, dan atraksi menarik lainnya.

"Untuk itu, kami berharap kegiatan apa yang ada akan mampu menarik perhatian pelancong hingga satu juta orang setiap tahunnya, meski otoritas bandara sempat menutup aktivitas penerbangan," katanya.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan dan  Palang Merah Indonesia (PMI) Tabanan membagikan ratusan masker kepada wisatawan dan masyarakat.

Kepala BPBD Tabanan, Gusti Ngurah Made Sucita, menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan PMI telah mendatangi dua wilayah di Kabupaten Tabanan yang terdampak akibat erupsi tersebut, yakni Desa Antapan, Baturiti dan Pasar Baturiti, Tabanan.

"Kami membagikan ratusan masker dengan menyasar rumah warga dan pasar. Ada 600 masker yang dibagikan di dua lokasi terdampak debu vulkanik itu. Ini sebagai bentuk pencegahan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, karena itu warga harus bisa menjaga kesehatan," katanya.
 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya