Dukung Jokowi, TGB Disebut Bisa Jadi Cawapres 

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

5 Juli 2018 20:36 WIB
Nasional | Rilis ID
ILUSTRASI: Hafiz
Rilis ID
ILUSTRASI: Hafiz

RILISID, Jakarta — Pernyataan dukungan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang (TGB), Zainul Majdi kepada Presiden Joko Widodo untuk maju kembali di Pilpres 2019 dinilai tidak muncul begitu saja. 

Menurut Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin, bisa jadi sudah ada kesepakatan politik antara TGB dan Jokowi sebelum munculnya dukungan tersebut. 

"Mungkin saja sebelum menyatakan dukungannya kepada Jokowi, TGB sudah mengawali pembicaraan dengan Jokowi atau dengan pihak lain di lingkaran Istana terkait hal itu," kata Said kepada rilis.id, Kamis (5/7/2018). 

Said mengatakan, posisi Jokowi saat ini sangat butuh figur seperti TGB untuk bisa memenangkan kembali pertarungan pilpres. Sehingga, menurutnya, bisa saja Jokowi memang menginginkan TGB untuk menjadi pendampingnya di 2019 nanti. 

"Mungkin juga dalam pertemuan mereka itu muncul gagasan untuk menduetkan Jokowi-TGB di Pilpres 2019, dan TGB setuju," ujarnya. 

TGB, jelas Said, dipandang sebagai seorang tokoh Islam berpengaruh yang punya banyak pendukung di seluruh Indonesia, tidak hanya di NTB. Bahkan, jelasnya, tak terhitung ormas berbasis massa Islam dan para ulama terkemuka yang pernah menyebutnya pantas menjadi capres atau cawapres. 
 
"Nah, beberapa kelebihan TGB itu sepertinya bertemu dengan kebutuhan Jokowi untuk pencalonan kembali dirinya di Pilpres 2019 nanti. Jokowi sudah berhitung bahwa untuk bisa menang dan memegang kembali kendali pemerintahan, dia butuh figur seperti TGB," jelasnya. 

Dia menambahkan, TGB kemungkinan sudah melakukan komunikasi juga dengan sejumlah ulama dan tokoh Islam. Hal itu terjadi bila memang Jokowi menginginkan TGB untuk menjadi cawapresnya. 

"Tokoh-tokoh berpengaruh seperti Ustad Abdul Somad, Aa Gym, dan Ustad Arifin Ilham boleh jadi sudah lebih dulu mengetahui sikap TGB, sebelum ia menyampaikannya kepada publik," pungkasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya