Dugaan Pemotongan Dana Kube Dilaporkan ke Polres Mesuji
Juan Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Sebanyak 70 Kelompok Usaha Bersama (Kube) binaan Dinas Sosial Mesuji sedang bermasalah. Penyebabnya karena ada dugaan pemotongan dana dengan besaran bervariasi.
Salah satu Kube yang sudah melaporkan kejadian pemotongan dana ke Polres setempat adalah Kube Desa Mulya Agung, Kecamatan Simpangpematang.
Ketua Kelompok Kube Mulya Agung, Mulyati, melaporkan pemotongan dana bantuan pusat melalui Dinas Sosial itu pada Februari 2020 silam. Namun, kasusnya mandek.
Didampingi Kepala Desa Mulya Agung Sony Imawan, Mulyati mengaku telah melaporkan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Simpangpematang bernama Misran.
“Ya, karena saya didesak teman-teman kelompok menanyakan uang itu mana. Tapi, dari Misran tidak diberikan dengan berbagai alasan,” ujarnya ditemui di Balai Desa Mulya Agung, Rabu (1/7/2020).
Menurut Mulyati, pemotongan dana Kube yang bergerak di bidang E-Warung diminta oleh Misran untuk ke bank mengambil mengambil uang Kube Rp20 juta per kelompok. Lalu, ia menarik uang sebesar Rp13 juta.
“Dari uang itu diambil Rp3 juta, alasan untuk administrasi dan membuat proposal,” bebernya.
Setelah beberapa hari, oknum TKSK Simpangpematang bernama Misran kembali datang dan meminta ATM kelompok yang dipegang bendaharanya.
“Alasannya dipinjam untuk proposal membuat taman makam pahlawan di Mesuji. Jadi perlu rekening. Jadi saya sepakat dengan bendahara memberikan ATM dan pin-nya ke Misran. Isi ATM masih ada uang Rp10 juta,” ungkapnya.
Setelah berminggu-minggu tidak ada kejelasan, Mulyati kemudian didesak oleh rekan-rekannya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
