Dugaan Pemotongan Dana Kube Dilaporkan ke Polres Mesuji
Juan Situmeang
Mesuji
“Karena dikira saya mengambil uang itu. Jadi saya tanya lagi ke Misran, tapi tidak jelas. Hanya bilang nanti-nanti, sementera saya tidak enak dengan teman-teman kelompok. Jadi, saya lapor ke pak Kades. Oleh pak Kades didampingi lapor ke Polres Mesuji,” terangnya.
Kepala Desa (Kades) Mulya Agung Sony Imawan membenarkan jika ia mendampingi warganya lapor ke Polres terkait pemotongan itu.
“Saya memang yang mendampingi langsung supaya masalah ini jelas. Jangan ada lagi pemotongan atau kondisi seperti ini terjadi di Mesuji, biar kita yang mengawali. Saya yakin desa lain yang mendapat program kube ini mengalami nasib sama,” ujarnya.
Sony mengungkapkan program serupa pada tahun 2017, Kube kolam dan bibit ikan total nilai Rp220 juta di desanya mengalami hal yang sama.
“Warga kami dibuatkan kelompok, lalu dibuatkan rekening untuk kucuran dana pusat. Waktu cair, oleh Misran, semua kelompok dikumpulkan dan dananya diambil lagi,” ujarnya.
Dan warga yang membuat 30 Kube hanya dijanjikan akan menerima kolam, bibit ikan, pakan dan pasokan air untuk mengisi kolam.
“Saya pikir dulu ini bukan progam kube tapi sumbangan pribadi kepala daerah waktu itu, saya support waktu itu. Minta cari bantuan air bersih ke perusahaan-perusahaan, ternyata ini program kube. Duit itu dikelola sendiri oleh oknum TKSK, diambil dan dibelanjakan sendiri. Warga cuma dibodohi,” katanya.
Untuk kali ini, kata Sony, tidak boleh lagi terjadi ada oknum yang merusak program pemerintah untuk membantu masyarakat seperti ini.
Pihaknya melaporkan oknum TKSK ke kepolisian.
“Tapi sampai sekarang, empat bulan, belum ada kejelasan. Oknumnya masih bebas berkeliaran dan kesannya dilindungi,” ucapnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
