Dalam Tempo Lima Bulan, Nanang Sudah Dua Kali Panen Semangka
Agus Pamintaher
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Bupati Lampung Selatan (Lamsel) kembali melakukan panen semangka di Kebun Edukasi yang berada di areal Rumah Dinas Bupati setempat, Selasa (15/12/2020). Ini adalah panen kedua.
Pada awal September lalu, panen perdana dilakukan oleh Bupati Lamsel Nanang Ermanto dan Kepala Badan Penyuluhan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi.
Panen kedua ini, Nanang didampingi Sekkab Lamsel Thamrin, Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Bibit Purwanto, Kadis Pariwisata Rini Ariasih, Kadis PPKB Eka Riantinawati, Kadiskominfo M. Sefri Masdian, Plt Kadisdik Thomas Amrico, serta Kasatpol PP dan Damkar Heri Bastian.
“Ini asli hasil panen dari kebun edukasi rumah dinas bupati,” kata Nanang sambil menunjukkan pangkal batang yang masih menempel di ujung buah semangka.
Menurut dia, semangka yang dipanen menghasilkan buah yang sangat memuaskan. Bobotnya mencapai hingga 7 kilogram per buah.
“Kita manfaatkan lahan tidur supaya hasilnya bisa untuk menjaga ketersediaan pangan dan juga mengarah pada kesejahteraan masyarakat. Apalagi, dalam situasi di tengah pandemi Covid-19 sekarang,” ujarnya.
Sementara itu, Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Lamsel Bibit Purwanto menjelaskan dua kali panen semangka dilakukan dalam tempo lima bulan.
“(Panen) ini yang kedua. Dalam tempo lima bulan kita bisa panen semangka dua kali. Sebentar lagi, kita juga akan penen buah melon,” ucapnya.
Selain semangka, pihaknya juga menanam berbagai macam buah-buahan di atas lahan seluas 2,5 hektare. Seperti durian, alpukat, melon, cabe, tomat, dan tanaman toga.
"Buah semangka yang kita tanam ada 4.000 batang. Rata-rata tiap batang bobotnya 6-7 kilogram per buah. Ke depan, kita berharap kebun ini bisa menjadi contoh. Sepanjang ada kemauan untuk memanfaatkan lahan, pasti kita bisa sukses,” tandasnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
