Cuaca Buruk, Pemerintah Imbau Hentikan Pelayaran Sementara Waktu
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Kementerian Perhubungan dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan kepada nelayan dan operator pelayaran terkait potensi cuaca buruk yang membahayakan transportasi laut.
"Cuaca saat ini dan dalam beberapa hari mendatang diperkirakan akan berbahaya untuk pelayaran, sehingga diminta seluruh nelayan dan operator pelayaran agar memperhatikan peringatan dini soal cuaca," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Minggu (23/7/2018).
Dikatakan Menhub, kecelakaan kapal selama ini antara lain banyak yang disebabkan oleh faktor cuaca yang ekstrem dan sering kali tidak terlalu diperhatikan, bahkan diabaikan.
Apalagi, untuk pelayaran rakyat seperti nelayan misalnya, Budi menekankan agar serius memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, karena ini bisa membahayakan.
"Memang konsekuensinya tidak bisa melaut dan tidak mendapatkan ikan karena cuaca buruk," kata Menhub.
Khusus untuk pelayaran pengangkut penumpang, katanya, Kemenhub selalu memberi penekanan mengenai pentingnya keselamatan sebagai hal yang mutlak dan harus dipedomani.
Ia mengakui saat ini faktor keselamatan memang masih belum menjadi prioritas oleh masyarakat dan pemangku kepentingan pelayaran, sehingga kecelakaan di perairan masih banyak terjadi.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan dari hasil pemantauan BMKG cuaca ekstrim di perairan terjadi pada 22-28 Juni 2018 yang ditandai dengan tingginya gelombang laut dan kencangnya angin.
"Puncak cuaca buruk di perairan diperkirakan akan terjadi pasda 24-25 Juni 2018. Pada dua hari itu diharapkan semua pihak pelayaran baik kapal besar maupun nelayan agar waspada," kata dia.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
