Bela Pidato Jokowi, NasDem Sebut Kritik Zulkifli 'Genit'
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (NasDem) Johnny G. Plate mengkritik pidato Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan yang dinilainya terlalu 'genit' karena keluar dari substansi.
Pasalnya, Zulkifli menyinggung kinerja pemerintah yang harus membuat terobosan untuk memperbaiki ekonomi nasional.
Menurut Johnny, hal itu tidak sesuai dengan tupoksi MPR yakni sosialisasi empat pilar.
"Kita lihat itu pidato Pak Ketua MPR terlalu genit, karena pidato itu melebihi tugas MPR. Itu tugas DPR pengawasan, bukan tugas MPR. Jadi itu genit. Apalagi kalau mau menilai kinerja kabinet, lebih genit lagi, tidak layak. Harusnya pidato Ketua MPR sesuai fungsi dan tugas MPR. Itu seharusnya," ujar Johnny ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018).
Selain itu, kata Johnny, perspektif Zulhas (sapaan akrab Zulkifli Hasan) pun keliru dalam menilai turunnya kemiskinan dan membaiknya gini rasio, di mana sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebutkan, rasio gini sudah turun menjadi 0,389.
Namun, Zulkifli justru mengatakan penurunan hanya di kelas atas.
"Jadi salah. Dilihatnya karena turunnya orang kaya, turunnya kesejahteraan orang yang kategori menengah atas. Tidak betul itu. Menengah atas tetap. Bawah yang naik. Sehingga kesenjangan membaik Itu dilakukan lewat program kerakyatan," terangnya.
Anggota Komisi XI DPR itu pun mengklaim, program pemerintah seperti Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat juga maksimal tersebar.
"KIP 20 juta siswa yang diberikan beasiswa, 10 juta keluarga harapan, lalu program kesehatan Nasional 90 juta lebih. Dan subsidi produktif apakah itu KUR, benih dan sebagainya. Ini mengakibatkan naiknya masyarakat bawah ke atas. Karena keberpihakan. Dengan naiknya masyarakat kelas bawah, tingkat disparitas mengecil. Tak seperti yang ketua MPR sampaikan. Ketua MPR menafsirkan dari satu sisi dan itu bagian dari ilusi politik," tegas Johnny.
Meski tak menampik harga pokok naik sesuai fakta, namun Johnny mengatakan bukan Jokowi yang menaikkan harga-harga tersebut. Karenanya, Johnny menyebut Zulkifli tengah berilusi.
"Harga pokok nyata, tapi ilusi kalau jadi presiden menaikkan harga-harga itu. Itu mekanisme pasar. Itu bagian dari ilusi juga," ketusnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
