Banyak Komplain, Saply Minta Data Penerima Bansos Dibuka
Juan Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Bupati Mesuji Saply TH meminta pemerintah desa menempel daftar penerima bantuan sosial (bansos) di wilayahnya.
Lokasinya di tempat-tempat stategis mulai kantor desa, masjid-masjid, atau posko-posko penanganan Covid-19.
Penegasan ini ia sampaikan menjawab masih banyak pengaduan warga yang belum menerima bansos. Mulai dari telepon, pesan singkat, juga media sosial.
Dengan terbukanya data penerima bansos, warga bisa mengetahui dan dapat ikut mengawasi penyalurannya.
Baik dari program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan non tunai (BPNT), maupun bantuan langsung tunai (BLT).
Atau, bantuan bagi 20 ribu kepala keluarga (KK) dari APBD. Termasuk program bantuan di Disnakertrans seperti kartu prakerja dan untuk pekerja terdampak Covid-19.
"Saya perintahkan Dinsos bekerjasama dengan Nakertrans dan PMD, segera data penerima bantuan. Lalu kirim ke desa-desa untuk ditempel di kantor desa masing-masing," tegas Saply, Minggu (10/5/2020).
Selain itu, Saply meminta setiap desa memiliki nomor pusat laporan pengaduan masyarakat.
"Dan kecamatan juga pegang nomor pengaduan itu. Kalau desa tidak respons, kecamatan langsung gerak," pintanya.
Transparansi menurut dia, mutlak diperlukan demi menjaga kepercayaan publik. Terlebih di masa pandemi ini di mana keterbukaan menjadi isu sensitif.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
